Rabu, 03 April 2013

untuk 'DIA' (UNna Baharuddin)

kamis dipagi hari ,dalam kurun waktu sepersekian detik beberapa pesan masuk dikontek HP, dan saya seperti biasa melakukan kegiatan yang baru-baru ini mulai di budayakan 'lari pagi' kubaca satu persatu pesan yang semuanya   bernada sama, kami kehilangan "dia"  saya terdiam kaku dan hilang untuk beberapa saat.

Dia salah satu teman kecil yang  masih terjaga hingga kami sama-sama tau rasanya bertahan dan membuat diri kami bahagia dengan pilihan yang mulai kami putuskan sendiri, pertemuan kami terakhir sudah tidak sama seperti trakhir kami menghabiskan hari bersilatuhrahim dengan teman yang lain pada saat lebaran tahun lalu, dia tersenyum tulus walau tidak seenak dulu saat di pandang mata, tubuhnya mengecil dengan rambut yang tidak lagi ada, bahkan rambut di sekitar matapun hilang entah kemana efek kemo yang di jalani membuat mereka angkat kaki dan menyerah(rambut), dia asing benar-benar asing salah satu hal yang tidak berubah darinya adalah  behel yang masih melakat erat di antara giginya, 

kabar yang membuat kami tersentak dua tahun lalu ketika kami tau kalau 'Dia' sakit, 'Dia' wanita cerdas dengan tingkat religius yang lumayan ketimbang kami,'Dia' juga pengembang pola hidup sehat dengan tidak makan di sembarang tempat, tidak merokok dan tidak suka makanan instant, dia mengajarkan kami cara memperlakukan tubuh dengan baik dari dalam maupun luar bukan dalam konteks menggurui, tapi berbagi ilmu sesuai dengan bidang pendidikan disaat kuliah( Kesehatan Gigi)

faktor kerja jauh dari rumah mungkin jadi salah satu penyebab pola hidup berubah, tak ada kontrol atas kerja ataukah kerna dengan bekerja justru membuat rasa rindu akan rumah sedikit terobati sehingga itu dilakukan hingga larut dan besoknya memulai hal yang sama, kemudian menjadi siklus rutin dan makanpun terabaikan , atau itu hanya salah satu penyebab atau ketentuan yang sudah ditetapkan OlehNYA  untuk keberangkan pertama di awal bulan April.

'Dia' si sakit yang selalu optimis,cancer sama sekali tidak membuat semangat hidupnya berkurang

jiwa besar dan semangat hidupnya membuat nada ataupun intonasi suaranya tidak berubah atau tampak lemah saat trakhir kami berhubungan via telpon, dengan antusias 'Dia' bercerita tentang pengajuan pindah yang telah di ACC oleh pihak kantor membuatnya tidak harus jauh dari rumah 

Air mata sama sekali tak bisa membuat 'Dia' kembali, walaupun sadar saya sama sekali tak bisa menghentikkannya jatuh di pagi ini, Doa kami mengiringimu" semoga allah SWT memberikan tempat indah di sisinya" dan menempatkanmu bersama orang-orang beriman lainnya. kami akan menginggatmu untuk setiap kesempatan di lain waktu bersama teman yang lainnya saat kami masih diberi kesempatan lebih OlehNYA.....
 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar