saat semua orang menjadi salah, apakah kita memang benar
dan saat kita menjadi benar apa memang benar orang lain salah
kita selalu identik membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain
bahkan bahasan monolog yang tau sebenar-benarnya kadang kita abaikan
kerna memang ego dan sensitifitas diri lebih dominan
bahasannya hati tak pernah salah, padahal hati cenderung berbuat salah
kerna selalu membenarkan apa-apa yang sekarang di yakini tanpa pertimbangan akal
keduanya kadang bertolak belakang namun kadang seiring dan membuat senyuman puas
yang membuat kita lebih sehat tanpa sadar..
berapakali kita sakit kernanya, hanya kerna keadaan berubah dan hati merasa terhianati
padahal itu sudah jelas dari awal kalau itu memang salah, hanya kemudian dibenarkan
dan kitapun menyalahkan yang lain yang tak sepaham.
berapa kali kita sehat, tersenyum merona dan merasa tak akan ada yang berubah
saat persepsi kita di benarkan dan di ikuti oleh anggota tubuh yang lainnya
sehingga membuat kita tertidur tanpa harus menghitung detik-detik jam yang entah
tersembunyi dimana.....
bagaimana kita membuatnya selaras dan terus seperti itu,....
Selasa, 14 Januari 2014
Jumat, 10 Januari 2014
multiple( lebih dari satu )
Sempatkanlah dan maafkanlah, kata yang mungkin akan teringat untuk beberapa saat kedepan, ini bukan soal kemarin atau soal hari ini, ini soal kedepannya yang pasti kita sudah punya rencana yang sama tapi tidak sama,
hanya satu coretan kecil di atas kertas bernilai tak seberapa malah bikin pikiran menerawang jauh entah beranta, kemarin ini bukanlah hal yang sulit tapi saat rencana yang juga tak jelas kita bersama mendekat, itu jadi kian jadi pertimbangan, dimana saja akhirnya akan jadi masalah padahal itu jawaban dari pertanyaan yang muncul beberapa kali, setidaknya saya tak harus menahan hafas iklas ataupun menahan nafas marah untuk hal yang telah menjadi kebiasaan disini bersama, saat bentakan dari kepedulian muncul, dan tiba-tiba kembali muncul dengan desahan manja seolah-olah dan seperti itulah setiap konflik, ini juga bukan soal dia yang datang soalah-olah tak perna terjadi apa-apa, padahal memang seperti itu. tak pernah terjadi apa-apa
atau mungkin juga tentang ini diriku sendiri.....................
hanya satu coretan kecil di atas kertas bernilai tak seberapa malah bikin pikiran menerawang jauh entah beranta, kemarin ini bukanlah hal yang sulit tapi saat rencana yang juga tak jelas kita bersama mendekat, itu jadi kian jadi pertimbangan, dimana saja akhirnya akan jadi masalah padahal itu jawaban dari pertanyaan yang muncul beberapa kali, setidaknya saya tak harus menahan hafas iklas ataupun menahan nafas marah untuk hal yang telah menjadi kebiasaan disini bersama, saat bentakan dari kepedulian muncul, dan tiba-tiba kembali muncul dengan desahan manja seolah-olah dan seperti itulah setiap konflik, ini juga bukan soal dia yang datang soalah-olah tak perna terjadi apa-apa, padahal memang seperti itu. tak pernah terjadi apa-apa
atau mungkin juga tentang ini diriku sendiri.....................
Langganan:
Postingan (Atom)