Rabu, 13 Maret 2013

JEALOUSnya Mis Whatever

Bercanda dan makan bersama biasa kita  lakukan, bahkan beberapa cemooh dan tangisan juga kita lakukan bersama, harusnya semalam kau nikmati dengan dengan suka riang, kerna ini merupakan "harimu" dari dimana  28 tahun yang lalu kamu memulai napas pertama di tambah perhatian dari teman pria yang sangat mengisyaratkan suatu bahasa yang tak terdengar dan nampak jelas klo kalian sama-sama  memiliki rasa, awalnya saya sama sekali tidak ingin membahas ini disini, sampai saya mendengar cerita soal teman yang tanpa sengaja melihat pesan singkat di hpmu yang menuliskan namaku.

saya ingat dengan jelas tentang perilakuku semalam, bahkan intensitas percakapanpun hampir tidak ada, begitu irinya dirimu bahkan membuat statusmu berganti persekian menit, kupikir dirimu lah yang bodoh sama dengan lagu pengiring ala ada band"manusia bodoh" ada hal yang tidak kau ketahui soal dulu yang mungkin akan membuatmu shock atau mungkin kau sudah tahu, hal itulah yang menyebabkan kau selalu merasa di titik ketidak nyamanan, padahal yang dulupun sama sekali tidak seperti yang ada di kepalamu,  satu2nya hal yang mendekatkan kami dulu adalah kerna kami sama-sama baru di tempat yang baru dan dengan ruang lingkup yang sama dengn jumlah kepala yang terbatas, beda dengan saat ini.

saya hanya dapat mengehela napas panjang dengan senyum lebar penuh makna, dengan sedikit candaan ku sampaikan  kepada teman andai seya mengatauinya lebih awal akan kubuat kejadiannya betul2 terjadi,  saya tidak ingin membuatmu berada pada perasaan yang tidak jelas jadi biar ku buat rasa itu jelas (mulai iseng)  saya tau ini bukan yang pertama menghinggapimu, bahkan kerna marahnya dirimu dulu samapai kata "munafik" mengampiri wall Facebook ku dulu, dan tangisan malammu menghiasi malam kita sampai dini harinya,
   setelah kejadian beberapa tahun itu saya justru berharap   mungkin sang teman yang lain yang menyampaikan sesuatu yang tidak sebenarnya terjadi,  walaupun biasa bersama sayapun tau soal beberapa keberaniannya dalam berbicara hal yg tidak ia dengar dengan jelas.

for friends

setelah langkah terakhir, saya sisa menunggu hasilnya awalnya seperti sebelum2nya dimana saya tidak ingin berharap lebih atau tidak terlalu berpikir tentang ini, saya hanya selalu mencari solusi dalam pikiran saya tanpa di ketahui oleh siapapun, bagaimana kalau begini dan bagaimana pula kalau begitu, dan saat menjelang sore hari saat pekerjaan belum selesai untuk dikerjakan seorang teman menelpon dengan suara khas yang melengking tanpa nada, saya mengenal dengan jelas suara itu walau di hp tak terlihat nama si penelpon, saya terbiasa mendengarnya di waktu pagi dan sesekali menjadi bahan guyonan di malam hari.

dia ibu dari anak lelaki satu-satunya di lorong kami, sempat menjadi teman makan siang dan juga teman mencari makan di malam hari, sampai masa mutasi yang membuat saya tidak lagi melihatnya dalam kurun 24 jam sehari, dan tidak lagi melihatnya lalu lalang didepan meja kerja dengan teriakan khasnya alias cempreng di kantor dan waktu bertemu di lorongpun mulai berjeda, kerna dia harus membalas waktu yang tidak bisa digunakan pada siang hari terhadap bocah lelakinya, walau terkadang saya lebih sering melihat justru sang bocah yang menidurkannya saat malam hari..

seperti telpon pada hari biasanya yang di mulai dengan candaan dan sedikit lengkingan darinya, tiba2 kami sama-sama terdiam dan saling menjawab satu sama lain dengan suara bergetar dan hening, dia mulai mengimbangi candaan kami dengan berteriak ala  candaan khas yang biasa kami lakukan tapi itu justru membuat getarannya makin jelas, kututup telpon darinya, dan menahan sejuta rasa dan genangan air mata yang tumpah secara pasti.

Maaf bukannya jahat saya sedih untuk banyak hal, dan hasilnyapun belum jelas, tempat ini baik untuk saya, tapi bukan berarti disana juga tak baik, saya sangat sadar sekarang saya berada di usia dimana awal pertemanan dan jalinan saudara itu tidak semudah dulu saat kita memulainya bersama, dengan teman-teman yang lain yang berada dalam lingkaran ini,  harapan nya kita kan terus saling memberi kabar seperti dulu kita lakukan walau hanya sekedar  menyapa seandai waktu itu benar2 terjadi ...


Kamis, 07 Maret 2013

THE NEXT TEST

Tiba-tiba dapat telpon dari teman di kantor cabang membawa kabar yang entah itu baik atau tidak.  kemarin saat saya tau kalo saya tidak bisa lanjut untuk tes selanjutnya untuk JO saya sempat sedih tapi ada rasa puas yang tidak berani untuk saya bahasakan, saya mengeluh kemudian tersenyum dalam diam dimalam hari, perna terbersit doa dalam keadaan sadar untuk hal yang akan datang yang tentunya untuk semua hal yang terbaik,

test ini sama sekali bukan final, tp klopun iya saya sama sekali tidak bisa untuk mundur lagi, cita-cita masa kecil tibatiba menghilang dan peluang kita dipastikan juga hilang, saya juga tau tidak akan sesulit yang saya pikir sekarang, seperti dulu ketika awal saya memutuskan untuk disini, saya berharap di berikan keberanian untuk hal-hal yang akan saya jalani kelak, dan tentu itu membuat orang-orang saya sayangi juga menjadi bangga.

dan untuk besok apapun hasilnya, saya harap menjadi awal dari impian2, ataupun awal untuk segala kemudahan untuk yang lainnya,dan tentunya untuk kemudahan KITA....amin

Rabu, 06 Maret 2013

RESIGN ( whatever)

itu jadi topik hangat malam tadi di lorong kami yang bersahaja, entah kenapa seorang teman dengan wajah lusu  pulang dari rutinitas kantor seperti biasa, sejak mengemban jabatan baru dikantor dia mulai jarang terlihat di lorong kami walau hanya untuk menyapa, target kerja yang meningkat dan hubungan asmara sekantor yang pasang surut mungkin menjadi satu dari sekian alasan untuk berpikir tidak ingin melanjutkan perjalanan di jalan ini,

kami berada di corporate yang sama yang mendapat julukan sebagai the biggest payment bank,kamipun tinggal di tempat yang sama yang biasa kami sebut sebagai lorong BERSAHAJA, mutasi karyawan yang rutin dilakukan membuat kami tidak lagi berada di kantor yang sama, selain itu dia juga memiliki kesempatan lebih kerna status PT tak lama lagi ditangan, yang berarti IJP pun akan didapat  sebagai bentuk penghargaan coorporate atas para karyawan yang mendapat predikat BAIK.

kami biasa saling diam kerna menahan amarah dan kamipun pernah mengalami percakapakan dan teriakan gila alay ala ABG untuk saling menghibur namun tidak dalam konteks drama, banyak perjalan yang kami jalani di waktu libur bersama atau sekedar refresh  dari rutinitas kantor sehabis gajian,

memang semuanya pasti akan terjadi, keadaan tak sama dan perganitian orang2 di sekitar kita suka ataupun tidak suka, hal yang kadang membuat saya sedih, ternyata saya sama sekali tidak bisa memutuskan, bahkan  tinggal dan tak berubah saya anggap sebagai keputusan, sedangkan cita-cita dan keinginan  mulai mengecil yang di sebabkan  kemampuan dan usia yang tidak bisa menunggu

dan harapan saya justru keputusan nya ini menjadi awal baik untuk suatu hubungan lebih jelas atas cinta yang kadang "whatever"


Senin, 04 Maret 2013

about parents

Gaptek dan Pikun adalah perpaduan yang sempurna untuk Citacita setinggi langit, mungkin benar kita butuh sosok yang menjadi insipirasi ataukah itu hanya menjadi satu dari alasan dari suatu kemalasan................

semua orang punya citacita mulia sayangnya itu hadir saat usia tak lagi muda, orang yang menjadi panutan adalah orang tua sekaligus sosok yang memberikan sejuta inspirasi walau sudut pandangnya menjadi berubah dan ilmu terapannya salah, Ayah lelaki tangguh dan penyayang keluarga dan pekerja keras, tidak mengecap pendidikan tinggi tapi mampu menafkahi keluarga dengan matang, bahkan saat ia tutup usia, ibu wanita tangguh nan saleha yang memiliki talenta dalam segala hal, yang bisa bertahan dengan warisan tiga anak yang untuk bicarapun masih sulit,...

tanpa pendidikan dan menjadi ibu yang tidak memiliki gaji bulanan merupakan terapan yang salah untuk sudut pandangku beberapa saat, saat melihat kemapanannya tapi kemudian tidak belajar dari cucuran keringat dan semangat masa mudanya membuat pencapaian kamipun beda, mereka membekali kami pendidikan yang  seharusnya membuat kami berpikir jauh lebih matang dan lebih terdidik, fasilitas yang tersdia justru membuat kesadaran kami melambat,  mungkin ini yang di maksud oleh para pembuat pameo"bukan salah ibu mengandung"

sudah terlalu banyak doa usaha dan kerja keras yang sudah mereka lakukan, yang harusnya menuai hasil dimasa senja, yang sayangnya terlambat untuk disadari, walaupun demikian dalam setiap doa saya harap waktu memberikan kesempatan untuk memberikan sedikit rasa bahagia walaupun itu tidak akan perna terbalas.....



MitKun (New mother )

Ceritanya, hari ini selasa hari santai tapi tetap terhitung buat absen di EDC buat gajian taggal 25, kegiatan pagi  masih sama dengan kemarin dengan teman tidur yang belum berganti kelamin dan dengan masalah ALIS di pagi hari yang tak kunjung menemukan titik temu, hari ini selain secangkir kopi ada kebiasaan baru  liat foto terbaru dari ponakan yang baru brojol di senin pagi,  wajah munggilnya menghapuskan lelah sembilan bulan bunda mengandung, sayang saya lagi-lagi melewatkan moment itu dan belum bisa menyentuhnya langsung but I love U nak, doa tante bersamamu..........

Dia anak pertama dari sepupu terdekat, sekaligus sahabat yang selalu ada di setiap moment  kesedihan maupun kegembiraan yang hadir, dari masa di bawah belia kami bersama, bahkan status istri tidak menjadikan kami jauh atau membuatnya terbatas, pertemuan yang tidak lagi seintens dulu, bukan kerna faktor menikah yang membuat semingguan kami tak bisa bersama, tapi pekerjaan di kota lain membuatnya demikian, sabtu dan minggu merupakan hari wajib yang dilalui bersama, kelelahan kerja dan kesibukan lain sama sekali bukan halangan untuk sekedar sapa,

Masa labil, menikah dan sekarang menjadi ibu, itu hal yang dulu menjadi cita-cita kita bersama, walaupun mungkin tak seiring, tapi saya harap akan datang masa dimana sayapun merasakan apa yang kini menjadi rutinitasmu di pagi hari  dan tentunya dengan wanita satunya.....AMIN