Kamis, 04 Juni 2015

wait gedget ( AIMAN KIRAN ALFATIH)

sudah 17 hari waktu menuggumu dan sangat mendebarkan, perasaan takut, senang, gugup, dan sedih berkecamuk membaur ada kekuatan ekstra namun juga kebimbangan atas kemampuan diri sendiri menunggu kehadiranmu perasaan marah senang dan apalah-apalah itu,
 allah memberikan kesempatan lebih cepat dari yang lain untuk merasakan tanda kehadiranmu, tak cukup lama dari masa pertemuan kami yang juga singkat sehingga kami memutuskan untuk berkomitmen dan berencana untuk memilikimu dan yang lainnya semuanya berjalan baik diluar dari yang tak baik, saat komunikasi mungkin tidak berjalan dengan baik dan saya hanya bisa berteriak ataupun sekedar terisak .

katanya ini bukan soal waktu, tapi memang ada saat dimana kita mungkin sama-sama ingin untuk dimengerti dan itu membuat kita terputus untuk beberapa saat, berharap hadirmu mematahkan semua ego dan mengubah lelah kami menjadi kebahagian dengan senyum kecil dan tidur malammu yg lelap, dan dalam setiap doapun berharap tak ada lagi jarak kerna kami ingin melihatmu secara seimbang,

sehatlah nak, dan temukan jalanmu di tempat seharusnya kamu berjalan, buat kami percaya atas kemampuan kita bersama klo kita bisa melawatinya bersama, tenangkan hati kami, dan hilangkan kegugupan kami....

I LOVE U SON ( Peluk cium dari luar )

Jumat, 05 Desember 2014

connecting...

saya perna mndengar klo semua dari kita adalah anak dari orang tua tp tidak semua dari kita bisa menjadi orang tua baik itu ibu ataupun bapa

ada banyak hal yang membuat kita menjadi tau kemudian belajar atau hanya sebatas tau kemudian melupakan,  banyak yang hadir kemudian mengilang dengan  cerita yang kemudian di lupakan seiring waktu dan tingkat kebahagian dari kita masing-masing,
kita bahkan kerna jenuhnya atau benci bahkan melakukan hal-hal yang kemudian menjadi penyelasan ataupun menjadi tertawaan di waktu yang akan datang.

bebrapa masalah juga mengalami tingkatan-tingkatan yang berbeda, dimana saat sekolah mungkin masalah terberat kita adalah sebatas soal matimatika dan seangkatannya,
kemudian berlanjut pada tingkatan dimana hubungan relathionship antara sahabat dan pacar yang kemudian menjadi masalah terumit pada tingkatannya.

dan setelah melewati fasefase pencarian kemudian bekerja kitapun terperangah kerna masalah ternyata juga kompleks dan masing-masing dari kita membutuhkan kebijakan dan cara tanggap yang berbeda-beda.

setelah




\

Senin, 06 Oktober 2014

lelakiKU.........

kulihat wajah lelahmu dengan sedikit keriput di bawah matamu, menandakan ada tidur yang tak terbalas, ataukan kelelahan tangis yang tak nampak,

kita bersama belum cukup lama  tapi ada banyak hal yang membuat saya mulai menyadari bahwa kaulah jawaban atas doa-doaku,

katamu "kita" tipikal yang menjalani tak ngoyo tanpa ambisi tapi sepenuh hati menjalankan, dan terkadang berubah mnjadi tipikal  pembuat ide dan perencana matang dan calon maneger dan pengusaha sukses dalam cita-cita.

bersama membuat kita mulai membuat cita-cita yang sangat tinggi untuk dilalui  bersama,beberapa hal tercapai tanpa kesengajaan, pertengkaranpun terjalani dengan aman tangisan malam berakhir dengan pelukan dan senyuman puas di waktu subuh,

masih banyak perjalanan  panjang yang akan dilalui utuk sampai kepelukanmu, atau  sekedar menghampirimu dan membuat wajah masam ini menangis seperti bocah yang tak lulus sekolah

dan entah seperti apa rindumu disana, memeluk guling sambil membuat pulau ataukah menyiram bunga yang penuh dengan rumput liarnya,

tetaplah sabar bersamaku,

dear ABANG



love u om.......( september berkabung)

wajah tambun itu terus terbayang, dengan senyuman khas tanpa gigi alias bolong dengan perut tambun dengan senyuman dan lelucon yang kadang garing,
kami  betul-betul kehingannya, teruntuk saya dan kakak, diluar dari anak kandungnya, kami ponakan tapi kedekatan kami sangat intim, beliau sosok adik yang sangat  sayang kakakkanya(ibu kami), bahkan setiap lebaran kami melaksanakan nya bersama sebelum ia jauh dirantau.
  dia sosok OM yang  sangat penyanyang tak perna sedetikpun menggurui atau menggertak untuk hal yang mungkin tidak sependapat dengannya.
 
kami kehilangannya, ada banyak cita-cita yang belum sempat di jamahnya, bahkan kamipun tak sempat membahagiakan beliau kerna kami mulai sibuk dengan cita-cita kami sendiri, kedatangannya pun kadang kami anggap seperti kedatangan seperti biasanya, walau kami tau klo dia telah "sakit" pandanganya mulai menerawang, bahasanya pun mulai tak jelas, tapi kami terlalu sibuk sampai tak sadar klo itu merupakan hari terakhir beliau bersama kami, tak ada bahasa perpisan, atau pijatan pada bahunya yang mulai lelah dia pergi dengan senyuman indah miliknya

hanya sejumput doa dan ALFATIHAH yang dapat kami kirimkan, semoga engkau disana diberikan tempat indah di SisiNYA, seperti pinta dan doa-doamu Selama ini.  maafkan kami "om"
tak bisa membalas kasih sayangmu yang begitu indah dan menyedihkan buat kami untk diingat saat menyadari kami sama sekali tak bisa membalas sayangmu kepada kami kami mencintaimu benar-benar mencintaimu.

terlalu banyak kenangan yang tak bisa kami sebutkan, semoga ini tetap menjadi memori kami tentangmu, yang akan kami ceritakan kepada anak-anak kami kelak yang tak sempat duduk di pangkuanmu,  berharap dapat melihatmu tersenyum indah dan merasa bahagia disana

kami iklas menerima ketentuanMU kerna engkau mengetahui  yang tidak kami ketahui engak pembuat rencana terindah untuk kami, semoga ENGKAU memberikan tempat indah untuknya kerna kami sangat menyanginya...................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................................
   dedicate OM ACO( SUARDI)
 Mksr 27 September 2014

Senin, 30 Juni 2014

not end

saya bersedih  unuk awal yang menurut saya gagal, saya gagal menjadi apa yang pernah  ada di kepala saya jauh sebelum saya sadar bahwa saya punya kodrat, saya menutup telinga kerna teriakan dan hentekan itu terlalu keras dan langsung  menusuk kekepala saya  membuat saya sakit dan kemudian bersedih kembali di waktu sunyi.
siapa yang datang atas nama sayang atau atas nama cinta, yang justru menyakiti tanpa sadar atau bahkan memang sadar, perjalanan kita terlalu pendek, kilometer nya pun masih bisa terhitung dengan digit yang tak seberapa dan kita membuat jalur finish tanpa mau tau soal proses
dan ini ramadhan
tempat harusnya kita belajar  semoga bisa.........

soul....

bahkan untuk diri sendiripun kadang tak bisa sepadan dan seiya......................................................
.......................................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................................
mengahadirkan org lain untuk bisa seiya dan sekata ternyata tak semudah pandangan mata, apalagi ternyata jodohmu  adalah cerminan diri yang secara tak sadar ditolak kebenarangnya karena sisi malaikat kita berkata kita orang baik dan, kita pengertian dan jauh dari egois, yang ternyata adalah sifat dasar kita.
 terlalu banyak hal yang tak nampak di saat awal, ditutupi oleh wajah lugu dan karakter yang dewasa nan bersahaja membuat lulu dan berbangga diri mengabaikan yang lain dan berkomentar semaunya seolah-olah kitalah yang menang, kitalah yang hebat, kitalah juaranya...................

dan ternyata kita kalah oleh waktu, waktu dimana mereka bersama dan waktu kita yang sempit tapi selalu tak sejalan, terlalu menginginkan satu diantara kita menjadi seperi kita, sampai-sampai kita tak sadar bahwa kitapun tak hebat entah ending seperi apa yang kita punya kelak yang jelas dasar luka qt sudah mulai terbentuk dan mungkin akan menganga dengan lebar tanpa kita sadar bahwa kita mengabaikan obat dan penawar hanya kerna kita terlalu menggenggam dengan sangat keras seolah-olah tak akan menjadi bagian dari mereka. 

semoga  apa..........................

Selasa, 14 Januari 2014

PERSEPSI

saat semua orang menjadi salah, apakah kita memang benar
dan saat kita menjadi benar apa memang benar orang lain salah
kita selalu identik membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain
bahkan bahasan monolog yang tau sebenar-benarnya kadang kita abaikan
kerna memang ego dan sensitifitas diri lebih dominan

bahasannya hati tak pernah salah, padahal hati cenderung berbuat salah
kerna selalu membenarkan  apa-apa yang sekarang di yakini tanpa pertimbangan akal
keduanya kadang bertolak belakang namun kadang seiring dan membuat senyuman puas
yang membuat kita lebih sehat tanpa sadar..

berapakali kita sakit kernanya, hanya kerna keadaan berubah dan hati merasa terhianati
padahal itu sudah jelas dari awal kalau itu memang salah, hanya kemudian dibenarkan
dan kitapun menyalahkan yang lain yang tak sepaham.

berapa kali kita sehat, tersenyum merona dan merasa tak akan ada yang berubah
saat persepsi kita di benarkan dan di ikuti oleh anggota tubuh yang lainnya
sehingga membuat kita tertidur tanpa harus menghitung detik-detik jam yang entah
tersembunyi dimana.....

bagaimana kita membuatnya selaras dan terus seperti itu,....