kembali semangat’ akan ku selesaikan ini walau malam harus kehilangan fungsinya, kan akan ada esok, dan klo pun esok itu tak datang maka aku tak harus pergi dengan kerja yang tak terselesaikan.....
........................................................................................................................................................
Esoknya’
Persentasi hari ini cukup dan menyisahkan senyum walau mereka sama sekali tak faham, malam tadi kayaknya tak sia-sia, kerna semuanya berjalan sesuai dengan yang di rencanakan. Waktu nya menunaikan kewajiban lain yaitu pulang dan terlelap, membayar malam yang lewat walau sekarang sudah siang.
Tiba-tiba seseorang menghampiri’ wanita itu perna kukenal beberapa tahun yang lalu masih dengan senyuman khas dan mata yang sama, hmm’ makin sukses aja’ katanya. Pak kabar’...... dia kembali menyapaku dan aku masih terdiam...
................................................................................................................................................................
Dini’ sambil menyodorkan tangan kau mulai menghampiri dan menjabat tangannya, dan seakan tak sadar akan keberadaanku, kemudian aku tertawa mejadi saksi pertemuan pertama kalian, kaupun sadar klo aku ada diantara kalian, tapi wajahmu sama sekali tidak menunjukkan rona merah tanda malu, dan kembali menyodorkan tanganmu pada ku, percakan pun mulai seolah kita teman yang lama tak berjumpa, atau memang sudah ada percakap dirimu dangannya yang sama sekali tak ku tau, yang kutau gufy yang terus tersipu dan sesekali melirik padamu.
.............................................................................................................................................................
Telponku berdering’ dari nomor yang entah siapa pemiliknya’ kuangkat dan kudengar sapaan darimu lagi’ dengan sedikit basa-basi kaupun mulai bercerita, tentang ‘ gufy’ yang entah dimana, tak banyak yang bisa ku cerita’ tentangnya. Aku bertemu dengannya setiap pagi kerna kami memang sekantor’
Akupun tak bisa bercerita klo dia mengangumi mu tapi pesona yang lain tak bisa di hindarinya. .....
Dengan sapaan selamt malam, obralan kitapun berakhir.
............................................................................................................................................................
Dan disini, beberapa tahun yang telah lewat’ lagi-lagi kita bertemu, di tempat beberapa puluh kilo meter jarak dimana pertama kali kita bertemu,dan tanpa telpon atau kabar untuk sekedar membuat janji. kulihat kau, tak ada yang berubah, masih dengan senyuman yang sama dan tawa yang perna ku ingat. ‘ liburan ya? Katamu memecah kekakuan kita atau hanya kekakuan milikku. Hm aku hanya tersenyum, ‘’ dua bulan lalu kantor mengutusku untuk bekerja di kota ini’ tiba-tiba senyum mu mereka’ selamat datang ‘katamu’ aku hanya mengernyitkan kening dan mungkin itu sangat nampak bagimu. Oh iya akupun sama’ di tempatkan disini dan kembali memulainya disini’ tanpa sedikitpun beban yang terlihat dari wajahmu, malam itu kita bercerita panjang tentang kisah mu dan juga kisahku yang mungkin sama sekali tak penting, dan di akhir dengan senyuman selamat malam dan janji bertemu, besok dan besok nya lagi.
Rabu, 28 Desember 2011
Tak Lagi MUDA
Tak Lagi
Tingkahnya kalem dan bersahaja, kupikir ia jauh diatas ku ternyata justru jauh di bawahku’’ terlalu memaksa alias karbitan komentarku, seorang teman mengernyit, dan berkata ‘’ mamang sudah sepadan, dari segi umur, kita yang kekanak-kanakkan, itu menghujam ku, tapi jauh setelah pembicaraan itu sendiri, kulihat lg diriku dan kembali membenarkan tingkahku, tak ada salahnya klo kita tak harus memandang segalanya menjadi rumit, dan tak harus tampil semanarik mungkin hanya untuk menciptakan pandang orang lain menarik, walau kadang keacuh an ku menjadi hal yang rumut untuk oranng lain dan bahkan diriku, kerna tak tau harus berada dimana dan di tempatkan dimana. .................................................................................................................................................................seperti juga tulisan ini yang tak tau kuakhiri bagaimana, kerna memang tak akan ada akhir untuk segala hal.................................................................................................................................................., mungkin...dan tenyata aku tak lagi muda. Sama seperti yang dulu mereka rasakan, para pendahuluku, saat bercerita, tapi tak apalah setidaknya ada banyak cerita yang bisa kutulis atau setidaknya kukenang, kalaupun mungkin aku punya waktu bercerita untuk para keturunanku kelak atau setidak nya ada yang bisa kita kenang saat kita tlah hidup masing-masing ditempat kita, bersama orang-orang tercinta,
Tingkahnya kalem dan bersahaja, kupikir ia jauh diatas ku ternyata justru jauh di bawahku’’ terlalu memaksa alias karbitan komentarku, seorang teman mengernyit, dan berkata ‘’ mamang sudah sepadan, dari segi umur, kita yang kekanak-kanakkan, itu menghujam ku, tapi jauh setelah pembicaraan itu sendiri, kulihat lg diriku dan kembali membenarkan tingkahku, tak ada salahnya klo kita tak harus memandang segalanya menjadi rumit, dan tak harus tampil semanarik mungkin hanya untuk menciptakan pandang orang lain menarik, walau kadang keacuh an ku menjadi hal yang rumut untuk oranng lain dan bahkan diriku, kerna tak tau harus berada dimana dan di tempatkan dimana. .................................................................................................................................................................seperti juga tulisan ini yang tak tau kuakhiri bagaimana, kerna memang tak akan ada akhir untuk segala hal.................................................................................................................................................., mungkin...dan tenyata aku tak lagi muda. Sama seperti yang dulu mereka rasakan, para pendahuluku, saat bercerita, tapi tak apalah setidaknya ada banyak cerita yang bisa kutulis atau setidaknya kukenang, kalaupun mungkin aku punya waktu bercerita untuk para keturunanku kelak atau setidak nya ada yang bisa kita kenang saat kita tlah hidup masing-masing ditempat kita, bersama orang-orang tercinta,
The cost
Lorong kecil dengan lampu temaran, jalan yang kulalui menuju tempat dimana kita beristirahat, tertawa, menangis dan sesekali berteriak namun kadang terdiam menahan marah, tempat dimana kita mulai bercerita tentang hal-hal penting dan terkadang takpenting, tentang orang 2 orang yang berada di fikiran kita tentang buruknya meraka dan sempurnanya kita , kelelahan sangad kadang terabaikan dengan cerita-ceritamu atau kadang ceritaku, satu satu mulai jelas kemarahanku hari ini tidak akan membuat kemarin jadi tak indah, dan tidak akan bisa menghilangkan rindu ku saat jauh dari tempat ini kelak, ataupun mungkin itu kamu, kerna entah siapa yang akan tertinggal menunggu penghuni baru dan kembali bercerita tentang kita dulu, dan entah siapa yang akan datang hanya sekedar mengingat klo dulu tempat ini memjadi tempat dimana kita mulai belajar untuk berbagi dan tak harus selalu berteriak saat marah itu memuncak......................
MARY ME
Beberapa kali kudengar kata itu dengan berbagai kata dari yang sederhana hingga sedikit norak, tapi tak ada yang bisa membuatku yakin , walau kadang keyakinanku muncul saat semuanya telah lewat, entah aku yang rumit atau mereka yang tak paham, seperti kisahNYa, akupun sama tak ingin cinta yang berlebihan kerna badanku tak cukup kuat untuk menyangganya, hanya ingin membuatnya lebih sederhana, tak ada yang harus berjanji dan tak ada yang harus melepaskan hal yang pernah menjadi kesenangan masing-masing hanya kerna kita bersama, kita berjalan tetap di jalan kita dulu dan kembali kerumah kita berbagi cerita tentang kejahatan kejahatan yang telah kita lakukan dan tentunya sedikit kebaikan, biarkan aku mencintaimu dan akan kuisinkan kamu mencintaiku dengan skala yang sama tak perlu lebih kerna itu akan lebih cepat menguapnya, biarkan itu bertahap namun akan kita miliki sampai kelak keturunan kitapun akan iri, kerna kehadiran mereka tak akan mengubah pandangan kita satu sama lain, sekarang saat kita belum bertemu, kupikir tuhan membuat rencana untuk kita, agar kita belajar dengan orang yang kini ada disamping kita, belajar memaksakan kehendak, belajar untuk marah dan belajar tentang sakitnya saat kita tak bisa bersama, kerna kita akan belajar saat mereka tak lagi ada untuk kita, dan kita bertemu saat rasa menghargai dan saat menunggu telah terlewati.....
For my baby........
Parepare,20.04.2010/ 23:17
.
Hi...
Ingin menyapamu jauh sebelum kamu sadar akan kehadiranmu, sebelum kamu sadar akan pagi yang akan menyapamu, sebelum kamu berkata kenapa saya harus ada, kerna saya tau kamu akan berada disituasi dimana saya pun pernah merasakannya sampai akhirnya saya tau bahwa kita memang diciptakan dengan fungsinya masing2 oleh sang Pencipta, walau kadang imanku terkadang goya sesekali dan kembali bertanya.
HI....
Siapapun namamu kelak saya akan selalu menyapamu, entah kau pria ataupun wanita kecilku, dengan kemadirian ataupun keanggunanmu, dengan pelajaran baru yang akan kumulai bersamamu dimana tanpa sadar kaulah guru dan tauladanku, memberikanku cerita-cerita baru dan pertanyaan yang mungkin tidak akan bisa kujawab.
HI...
Tak tahu apa yang akan terjadi besok ,dimasa dimana kau paham, dan saat kau mulai tak ingin lagi mendengarkan suara dari mulutku yang mulai lemah kerna tak hentinya melarangmu untuk tau lebih banyak dan merasakan hal yang mungkin perna kurasakan, sama seperti masa dimana akupun merasa bosan dengan wanita yang membuatku ada dan memberikanku kehidupan.
Hanya ingin kau tau, seburuk apapun diriku kelak, atau sesukses apapun diriku nantinya, kau akan tau bahwa aku mencintaimu sebelum tanda-tanda kehadiranmu sama sekali belum jelas, dan ijinkan aku menjadi orang pertama yang akan ada saat matamu mulai melihat warna yang sama sekali belum bisa kau ceritakan, dan saat kakimu mulai belajar untuk berdiri dan mengawali langkah-langkahmu yang baru, dan berikan aku pelukan hangatmu dengan tangan kecilmu saat aku kelehan kerna penat yang kuharap tak kau rasakan,....
.
Hi...
Ingin menyapamu jauh sebelum kamu sadar akan kehadiranmu, sebelum kamu sadar akan pagi yang akan menyapamu, sebelum kamu berkata kenapa saya harus ada, kerna saya tau kamu akan berada disituasi dimana saya pun pernah merasakannya sampai akhirnya saya tau bahwa kita memang diciptakan dengan fungsinya masing2 oleh sang Pencipta, walau kadang imanku terkadang goya sesekali dan kembali bertanya.
HI....
Siapapun namamu kelak saya akan selalu menyapamu, entah kau pria ataupun wanita kecilku, dengan kemadirian ataupun keanggunanmu, dengan pelajaran baru yang akan kumulai bersamamu dimana tanpa sadar kaulah guru dan tauladanku, memberikanku cerita-cerita baru dan pertanyaan yang mungkin tidak akan bisa kujawab.
HI...
Tak tahu apa yang akan terjadi besok ,dimasa dimana kau paham, dan saat kau mulai tak ingin lagi mendengarkan suara dari mulutku yang mulai lemah kerna tak hentinya melarangmu untuk tau lebih banyak dan merasakan hal yang mungkin perna kurasakan, sama seperti masa dimana akupun merasa bosan dengan wanita yang membuatku ada dan memberikanku kehidupan.
Hanya ingin kau tau, seburuk apapun diriku kelak, atau sesukses apapun diriku nantinya, kau akan tau bahwa aku mencintaimu sebelum tanda-tanda kehadiranmu sama sekali belum jelas, dan ijinkan aku menjadi orang pertama yang akan ada saat matamu mulai melihat warna yang sama sekali belum bisa kau ceritakan, dan saat kakimu mulai belajar untuk berdiri dan mengawali langkah-langkahmu yang baru, dan berikan aku pelukan hangatmu dengan tangan kecilmu saat aku kelehan kerna penat yang kuharap tak kau rasakan,....
Bunda
Kebiasaan baru disela waktu, menjelang waktu tutup dan para tamu satu persatu mulai menghilang, tak lagi Ngeteh di warung padang, kerna bunda menyajikan menu komplit ala empat sehat lima sempurna,
Menikmati teh disore hari dan sekedar berbagi cerita ala sarawangi, dengannya wanita paru baya dengan sedikit lemak menyangga tulang, awalnya biasa kemudian ia sesenggukan, terkenang sang anak yang telah pergi lebih dulu dengan umur yang tak jauh dariku, dia bercerita tentang bahagianya ia dulu, saat sang anak diam-diam memberikan bingkisan dan menyisipkan amplop disakunya , diam katanya, anaknya pendiam, sangat jarang berkomentar dan selalu memberikan hal-hal yang tak terduga tampa mau di ketahui, tak ada bertanda tentang sakitnya atau memang dia tak ingin berkomentar tentang itu, karna tak ingin menambah beban bunda yang berat , kerna peran ibu tunggal menyadarkannya tentang apa yang telah dilalui, dia pergi dengan kanker hati yang berlahan menggerogoti tubuhnya, dengan bahasa sederhana dia terus bercerita dan tangisnya tak bisa lagi terbendung, tak bisa berkomentar hanya usapan tangan di pundaknya berharap itu bisa melegakannya,................
Huft....hanya bis a menghela nafas dalam , teringat bundaku yang jauh disana, tak bisanya diriku sepertinya bahkan pintanya pun tak bisa menghentikan kesenanganku, tak ada kejutan untuknya, bahkan status orang tua tunggal jauh lebih dulu menjadi gelarnya, dan tanpa uang pensiunan, berjuang sendiri dan membuat kami mendapat predikat yang mungkin tak bisa kami pertanggung jawabkan, dan masih tetap bisa seperti yang lain tanpa kekurangan apapun, mungkin tuhan memberiku tiket perjalanan lebih panjang darinya, kerna aku belum bisa melakukan hal yang sama.....
Bunda....
Apapun diriku tak akan mengurangi rasa hormatku padamu, dan pintaku padaNYA agar memberiku waktu agar bisa membuatmu bahagia....AMIN.................
Menikmati teh disore hari dan sekedar berbagi cerita ala sarawangi, dengannya wanita paru baya dengan sedikit lemak menyangga tulang, awalnya biasa kemudian ia sesenggukan, terkenang sang anak yang telah pergi lebih dulu dengan umur yang tak jauh dariku, dia bercerita tentang bahagianya ia dulu, saat sang anak diam-diam memberikan bingkisan dan menyisipkan amplop disakunya , diam katanya, anaknya pendiam, sangat jarang berkomentar dan selalu memberikan hal-hal yang tak terduga tampa mau di ketahui, tak ada bertanda tentang sakitnya atau memang dia tak ingin berkomentar tentang itu, karna tak ingin menambah beban bunda yang berat , kerna peran ibu tunggal menyadarkannya tentang apa yang telah dilalui, dia pergi dengan kanker hati yang berlahan menggerogoti tubuhnya, dengan bahasa sederhana dia terus bercerita dan tangisnya tak bisa lagi terbendung, tak bisa berkomentar hanya usapan tangan di pundaknya berharap itu bisa melegakannya,................
Huft....hanya bis a menghela nafas dalam , teringat bundaku yang jauh disana, tak bisanya diriku sepertinya bahkan pintanya pun tak bisa menghentikan kesenanganku, tak ada kejutan untuknya, bahkan status orang tua tunggal jauh lebih dulu menjadi gelarnya, dan tanpa uang pensiunan, berjuang sendiri dan membuat kami mendapat predikat yang mungkin tak bisa kami pertanggung jawabkan, dan masih tetap bisa seperti yang lain tanpa kekurangan apapun, mungkin tuhan memberiku tiket perjalanan lebih panjang darinya, kerna aku belum bisa melakukan hal yang sama.....
Bunda....
Apapun diriku tak akan mengurangi rasa hormatku padamu, dan pintaku padaNYA agar memberiku waktu agar bisa membuatmu bahagia....AMIN.................
FRIENDSHIP FRIED CHIKEN
Agggrhhhhh, kali ini maaf saat ini benar2 ingin menghujatmu, tak ada yang bisa kuandalkan, semua sibuk dan tak ingin menoleh, bukan kerna iri kerna kebahagian kalian, akupun mungkin perna mengacuhkan kalian, bad on the month, pantas mendapat gelar di akir bulan november 2011, walaupun saat ini saya memaki dan kudedikasikan untuk teman yg selalu ku banggakan, tp saya harap akan berakhir seiring berakhirnya hari, berat badan meningkat membuat hormon strees ku pun meningkat, mungkin, atau mungkin juga kerna rasa iri melihat kalian, kerja satu2nya hal yang kusukuri saat ini, setidaknya saya tak harus berpikir tentang diriku dan sendiriku, sayang badan ku pun mulai lemah, kerna lemak ini membuat gerakku terbatas.............................................................
Spasi yang selalu ingin ku buat, untuk memberikan ruang untuk rindu, malah menjadi bumerang saat ini, kerna menghasilkan titik dan membuat kekakuan yang panjang, saat ini bisakah kau menghilang agar katanya tergabung walau mungkin susah diartikan, huft.......benar benar jauh.............................
Spasi yang selalu ingin ku buat, untuk memberikan ruang untuk rindu, malah menjadi bumerang saat ini, kerna menghasilkan titik dan membuat kekakuan yang panjang, saat ini bisakah kau menghilang agar katanya tergabung walau mungkin susah diartikan, huft.......benar benar jauh.............................
Jumat, 12 Agustus 2011
kebetulan
ada satu kejahatan yang ingin ku akui disini, kerja di instansi keuangan di bagian pelayananan, mebuatku banyak bertemu dengan orang-orang baru, dari yang berpendidikan tinggi, sampai non pendikan lalu lalang di depan ku sekedar mencari informasi, ada yang menarik dan sebagian lainnya biasa, status single kadang-kadang membuatku melebarkan pandangan dan melebarkan senyuman kepada siapa saja yang lewat,pernah dapat target menarik, sama denganku 'dia ' juga bekerja di bidang keuangan tapi status pns, punya nama yang sama denganku dengan kelamin berbeda membuatku berpikir ini tanda alam, yang datang padaku, dan mungkin jawaban dari doaku' katanya, jodoh itu butuh usaha, dan dengan kapasitasku,maka pemblokiran pun kulakukan, berharap dia kembali datang ,dan dia pun datang saat saya baru saja meninggalkan tempat, hahahahahaha, selain jodoh butuh usaha, ternyata jodohpun bertidak sesuai takdir, kerna tak ada yang kebetulan, maka biarkan sang penulis yang menuntun kita
Jumat, 05 Agustus 2011
neraca tak harus sama
kembali ku hampiri dia, walau dalam maya, masih sama, penuh dengan keluhan,
sementara senja tadi seorang teman dengan terisak menahan pedih kerna rasa yang tak berbalas, dan dengan rela memberikan pundak bahkan tubuhnya, hanya untuk menghapus keluhannya,
apakah memang sudah hukum alam bahwa rasa tidak akan perna seimbang, atau kah SANG PENCIPTA, masih ingin kita belajar, tentang rasa sabar dan selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, disisi lain kita terabaikan sementara tanpa sadar kita juga telah mengabaikan..........
sementara senja tadi seorang teman dengan terisak menahan pedih kerna rasa yang tak berbalas, dan dengan rela memberikan pundak bahkan tubuhnya, hanya untuk menghapus keluhannya,
apakah memang sudah hukum alam bahwa rasa tidak akan perna seimbang, atau kah SANG PENCIPTA, masih ingin kita belajar, tentang rasa sabar dan selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, disisi lain kita terabaikan sementara tanpa sadar kita juga telah mengabaikan..........
ramadhanku....
sebulan yang lalu jauh sebelum kehadiranMU, harapku bukan hanya sekedar menahan lapar,atau tak bergunjing di waktu istirahat, pada malam-malamku akan ku isi dengan sujudku, dan kusenandungkan ayat-ayatmu,
lima hari sudah, tapi kulihat tak ada beda, janjiku tinggal kata, yang sekedar terucap dan kemudian dilupakan, tak ada gunaku mengeluh tentang doa-doa yang menurutku tak terkabul, kerna aku sama sekali tak bisa berusaha untuk menjadi apa yang ku inginkan kemarin,
kuharap dua puluh lima hari kedepan aku bisa berkata bisa dan betul-betul bisa, mewujudkan niatku dan bisa lebih dekat denganMU..........
AMIN....
lima hari sudah, tapi kulihat tak ada beda, janjiku tinggal kata, yang sekedar terucap dan kemudian dilupakan, tak ada gunaku mengeluh tentang doa-doa yang menurutku tak terkabul, kerna aku sama sekali tak bisa berusaha untuk menjadi apa yang ku inginkan kemarin,
kuharap dua puluh lima hari kedepan aku bisa berkata bisa dan betul-betul bisa, mewujudkan niatku dan bisa lebih dekat denganMU..........
AMIN....
Kamis, 07 Juli 2011
tak berlawan
berkali-kali kau menghujat, mencari letak lemahku,
tak usah bebankan otakmu, untuk hal yang yang sangat jelas kau lihat
karna halaman-halaman ini begitu jelas
aku tak ingin menutup ataupun membuka,
teriakanmu makin lantang, ingin agar mereka tau
bahwa kau lah pemenangnya, kaulah yang tau, dan kau lah yeng peduli
tentang semua hal yang akan ada dan sudah ada jauh sebelum
aku kamu dan mereka hadir,
ku biarkan dirimu dengan ketidak inginan ku agar kau mengerti
klo semunya tak harus di ketahui tak semuanya harus di pahami
dan ku pinta padamu untuk tidak membuat hati dan otakmu memikul
beban yang tak harus di tanggung.
kerna masa akan selalu hadir, dan berkata hal yang sesunggunya
tanpa kata ataupun aksara..
tak usah bebankan otakmu, untuk hal yang yang sangat jelas kau lihat
karna halaman-halaman ini begitu jelas
aku tak ingin menutup ataupun membuka,
teriakanmu makin lantang, ingin agar mereka tau
bahwa kau lah pemenangnya, kaulah yang tau, dan kau lah yeng peduli
tentang semua hal yang akan ada dan sudah ada jauh sebelum
aku kamu dan mereka hadir,
ku biarkan dirimu dengan ketidak inginan ku agar kau mengerti
klo semunya tak harus di ketahui tak semuanya harus di pahami
dan ku pinta padamu untuk tidak membuat hati dan otakmu memikul
beban yang tak harus di tanggung.
kerna masa akan selalu hadir, dan berkata hal yang sesunggunya
tanpa kata ataupun aksara..
beda
memang benar lebih muda mendapatkan dari pada mempertahankan, itu yang kurasa saat ini, entah sudut pandang yang mulai berubah ataukah kerna memang suda tak sama rasa, toh apa bedanya, ' dulu' ada begitu banyak kata untuk sepakat, tanpa harus di bicarakan semuanya berjalan sama rata dan sama rasa, kekiri bersama kekanan pun sama, tapi bukankah manusia itu berubah, bukan kerna ingin lepas hanya butuh waktu untuk merehat semua yang telah lewat, usia yang mulai mapan atau kah memang tak seindah usia belia yang semuanya halal yang pastinya mulai kurasa klo kita berlahan mel ihat segalanya mulai berbeda, mungkin nanti ada masa dimana aku akan memintamu dan akan dengan rela meminta agar melihat semaunya seperti pandangan mu agar kita aku tak harus menaggung bebanku sendiri , tapi untuk saat ini biarkan aku memulai cerita dengan hal yang mugkin perna menjadi hujatan kita bersama tentang para pendahulu yang juga mulai berubah.........
bunda
Kebiasaan baru disela waktu, menjelang waktu tutup dan para tamu satu persatu mulai menghilang, tak lagi Ngeteh di warung padang, kerna bunda menyajikan menu komplit ala empat sehat lima sempurna,
Menikmati teh disore hari dan sekedar berbagi cerita ala sarawangi, dengannya wanita paru baya dengan sedikit lemak menyangga tulang, awalnya biasa kemudian ia sesenggukan, terkenang sang anak yang telah pergi lebih dulu dengan umur yang tak jauh dariku, dia bercerita tentang bahagianya ia dulu, saat sang anak diam-diam memberikan bingkisan dan menyisipkan amplop disakunya , diam katanya, anaknya pendiam, sangat jarang berkomentar dan selalu memberikan hal-hal yang tak terduga tampa mau di ketahui, tak ada bertanda tentang sakitnya atau memang dia tak ingin berkomentar tentang itu, karna tak ingin menambah beban bunda yang berat , kerna peran ibu tunggal menyadarkannya tentang apa yang telah dilalui, dia pergi dengan kanker hati yang berlahan menggerogoti tubuhnya, dengan bahasa sederhana dia terus bercerita dan tangisnya tak bisa lagi terbendung, tak bisa berkomentar hanya usapan tangan di pundaknya berharap itu bisa melegakannya,................
Huft....hanya bis a menghela nafas dalam , teringat bundaku yang jauh disana, tak bisanya diriku sepertinya bahkan pintanya pun tak bisa menghentikan kesenanganku, tak ada kejutan untuknya, bahkan status orang tua tunggal jauh lebih dulu menjadi gelarnya, dan tanpa uang pensiunan, berjuang sendiri dan membuat kami mendapat predikat yang mungkin tak bisa kami pertanggung jawabkan, dan masih tetap bisa seperti yang lain tanpa kekurangan apapun, mungkin tuhan memberiku tiket perjalanan lebih panjang darinya, kerna aku belum bisa melakukan hal yang sama.....
Bunda....
Apapun diriku tak akan mengurangi rasa hormatku padamu, dan pintaku padaNYA agar memberiku waktu agar bisa membuatmu bahagia....AMIN.................
Menikmati teh disore hari dan sekedar berbagi cerita ala sarawangi, dengannya wanita paru baya dengan sedikit lemak menyangga tulang, awalnya biasa kemudian ia sesenggukan, terkenang sang anak yang telah pergi lebih dulu dengan umur yang tak jauh dariku, dia bercerita tentang bahagianya ia dulu, saat sang anak diam-diam memberikan bingkisan dan menyisipkan amplop disakunya , diam katanya, anaknya pendiam, sangat jarang berkomentar dan selalu memberikan hal-hal yang tak terduga tampa mau di ketahui, tak ada bertanda tentang sakitnya atau memang dia tak ingin berkomentar tentang itu, karna tak ingin menambah beban bunda yang berat , kerna peran ibu tunggal menyadarkannya tentang apa yang telah dilalui, dia pergi dengan kanker hati yang berlahan menggerogoti tubuhnya, dengan bahasa sederhana dia terus bercerita dan tangisnya tak bisa lagi terbendung, tak bisa berkomentar hanya usapan tangan di pundaknya berharap itu bisa melegakannya,................
Huft....hanya bis a menghela nafas dalam , teringat bundaku yang jauh disana, tak bisanya diriku sepertinya bahkan pintanya pun tak bisa menghentikan kesenanganku, tak ada kejutan untuknya, bahkan status orang tua tunggal jauh lebih dulu menjadi gelarnya, dan tanpa uang pensiunan, berjuang sendiri dan membuat kami mendapat predikat yang mungkin tak bisa kami pertanggung jawabkan, dan masih tetap bisa seperti yang lain tanpa kekurangan apapun, mungkin tuhan memberiku tiket perjalanan lebih panjang darinya, kerna aku belum bisa melakukan hal yang sama.....
Bunda....
Apapun diriku tak akan mengurangi rasa hormatku padamu, dan pintaku padaNYA agar memberiku waktu agar bisa membuatmu bahagia....AMIN.................
Sabtu, 16 April 2011
iklas
saya berbuat dan ingin melupakannya, biar sang bijaksana yang melihat, selalu sama dengan yang kemarin tapi kenapa hari ini jadi pertanyaan, saat mereka yang kusayangi berkata aku jahat dan kurang peduli, ada banyak hal yang tidak kau ketahui dan harapku tak akan kalian tahu, saat ini hanya ingin berteriak walau dalam hati biar yang ada disekitarku dalam bentuk utuh tak terusik, keputusanku untuk berjalan sendiri bukan hal yang kusukai, tapi lebih membiarkan diri kita bersama berbahagia kerna rasa rindu kerna berjauhan.
aku menyangi kalian walau dalam bentuk diamku...................................
aku menyangi kalian walau dalam bentuk diamku...................................
Sabtu, 26 Februari 2011
entah harus memulai dari mana, sulit membahasakan, ataupun memaparkannya dalam bentuk tulisan, wajah yang sama kuliat darinya, teman yang kujumpai disabtu dan mingguku, saat bersama mencari setitik ilmu yang mungkin hanya sedikit yang bisa kupahami, cerita yang sama yang mungkin kembali terulang di setiap minggu nya, tapi kali ini mungkin lebih serius, walau kurang personil, dia bercerita tentang teman dekat yang mulai ingin berkomitmen dengan nya, dimana diapun tanpa diminta akan dengan senang hati menjawab'ya', tapi katanya, ini bukan lagi masalah dia dan diriku, ada pihak lain yang disebut keluarga, walau sepunuh kelak yang menjalani ada aku, itu katanya, kelak bukan lagi masalah saya mencintai atau dia mencintaiku, ada begitu banyak yang akan hadir,
Langganan:
Postingan (Atom)