Kamis, 07 Juli 2011

bunda

Kebiasaan baru disela waktu, menjelang waktu tutup dan para tamu satu persatu mulai menghilang, tak lagi Ngeteh di warung padang, kerna bunda menyajikan menu komplit ala empat sehat lima sempurna,
Menikmati teh disore hari dan sekedar berbagi cerita ala sarawangi, dengannya wanita paru baya dengan sedikit lemak menyangga tulang, awalnya biasa kemudian ia sesenggukan, terkenang sang anak yang telah pergi lebih dulu dengan umur yang tak jauh dariku, dia bercerita tentang bahagianya ia dulu, saat sang anak diam-diam memberikan bingkisan dan menyisipkan amplop disakunya , diam katanya, anaknya pendiam, sangat jarang berkomentar dan selalu memberikan hal-hal yang tak terduga tampa mau di ketahui, tak ada bertanda tentang sakitnya atau memang dia tak ingin berkomentar tentang itu, karna tak ingin menambah beban bunda yang berat , kerna peran ibu tunggal menyadarkannya tentang apa yang telah dilalui, dia pergi dengan kanker hati yang berlahan menggerogoti tubuhnya, dengan bahasa sederhana dia terus bercerita dan tangisnya tak bisa lagi terbendung, tak bisa berkomentar hanya usapan tangan di pundaknya berharap itu bisa melegakannya,................
Huft....hanya bis a menghela nafas dalam , teringat bundaku yang jauh disana, tak bisanya diriku sepertinya bahkan pintanya pun tak bisa menghentikan kesenanganku, tak ada kejutan untuknya, bahkan status orang tua tunggal jauh lebih dulu menjadi gelarnya, dan tanpa uang pensiunan, berjuang sendiri dan membuat kami mendapat predikat yang mungkin tak bisa kami pertanggung jawabkan, dan masih tetap bisa seperti yang lain tanpa kekurangan apapun, mungkin tuhan memberiku tiket perjalanan lebih panjang darinya, kerna aku belum bisa melakukan hal yang sama.....
Bunda....
Apapun diriku tak akan mengurangi rasa hormatku padamu, dan pintaku padaNYA agar memberiku waktu agar bisa membuatmu bahagia....AMIN.................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar