Jumat, 19 April 2013

Maybe LikE CofFe

makin banyaknya tempat nongkrong atau  tempat dimana sajian utamanya adalah  cofee di tambah makin banyaknya produk - produk konsumsi dalam bentuk instant, membuat  pola hidup dan tingkat konsumtif  si biji hitam ini meningkat, bahkan di beberapa sosial media para pencinta ini kemudian  membuat  akun hanya untuk menyatukan para pengikut yang mungkin masuk dalam golangan isme (berlebihan), bahkan seorang sepupu dengan seragam sekolah masih berwarna merah-putih menulis ID nya si smartphone  sebagai si penikmat kopi.

sayapun sama, menyukainya dibeberapa waktu luang atau kadang menjadi pelengkap untuk teman berbagi cerita di waktu senggang, dan terkadang  menikmatinya diselingi dengan nikotin di saat muak memuncak, maaf klo ternyata itu membuat nilaiku sedikit berkurang, tapi mungkin itu hanya salah satu kebiasaan buruk masa remaja  yang kemudian sulit untuk di abaikan, walau terkadang itu menjadi hal yang membuatnya keliatan munafik kerna saya hanya berani melakukannya di waktu sendiri atau kerkadang melakukannya diam-diam dipojokan.

kembali ke soal cofee,
mungkin kata yang cocok untuk saya hanya penikmat, kerna saya sama sekali tidak tau jenis dan macam-macamnya,  yang saya tahu hanya beberapa yang itupun saya ketahui dari perbincangan beberapa teman yang memang betul- betul jatuh cinta pada sajian ini, dan kalau sebagian teman  beranggapan klo kita dapat menilai teman hidup dari kegemeran dan kesamaan kita tentang hal yang sama, mungkin saya tidak berada di pihak itu, kerna hidup bukan hanya sekedar menikmati cofee bersama, atau kegemaran musik yang sama, tontonan film yang sama, serta jenis bacaan yang juga sama bukan berarti kita juga memiliki pola pikir dan sudut pandang yang sama untuk beberapa hal, walau memang dengan memiliki beberapa kesamaan kita lebih memiliki waktu yang panjang untuk bercerita tentang hal yang sama............

Cacing Tanah

entah kenapa panggilan itu kembali muncul, padahal itu panggilan yang dulu kita sepakati ketika kita sama-sama mulai untuk memperbaiki diri dan berjanji tidak akan menghujat  dengan nama-nama binatang dengan peringai kasar sperti 'anjing' dan mengubahnya menjadi nama-nama binatang yang jauh lebih imut agar kedengarannya juga imut.

panggilan awal ini justru bukan kerna kami ingin memaki dalam konteks jengkel atau dalam keadaan marah tapi memang dulu kami terkadang memanggil dengan nama kasar satu sama lain,  setelah melakukan analisis dari karakter maka di putuskan lah nama si Cacing Tanah ini untuk salah satu sepupu,  satu-satunya hal yang membuat kesamaan mereka adalah mungkin garis lurus kecil seperti cacing di atas matanya( alis ). yaa, dia selalu bermasalah dengan itu, entah pembagian rambut yang tidak merata untuk sekujur tubuh atau kerna efek bagian lain mendapat jatah rambut lebih di bagian tubuhnya yang kadang menajadi lelucon kami.

berada jauh dari rumah dan efek kontrak kerja yang belum jelas ditambah biaya tinggal dan makan di tempat ini membuat kami memutuskan utuk berbagi tempat tidur dan belajar untuk bertoleransi lebih awal untuk bekal hidup kami nanti jika waktunya, walau mungkin tak seindah sekarang, kemarin kami sering berteriak satu sama lain hanya untuk membuat kami merasa lega dengan persepsi salah soal marah yang tak baik jika tak di ucapkan,yang justru membuat kami makin sakit kerna itu kemudian membuat lubang dan bekas kerna munculnya beberapa kata kasar yang tak seharusnya diucap.

dan kotak ini (dibaca kamar)  menjadi saksi soal teriakan si cacing tanah atau terkadang menjadi sasaran dari amukannya, kerna kebiasaan menyalurkan marah dan sakit terkadang di lakukan dengan memukul tembok yang kemudian menjadi tangisan lain di esok hari kerna tangannya mulai lebam, dan kotak ini juga jadi saksi soal  bisikan-bisikan dan beberapa isakan tangis si cacing saat mulai menjalin asmara kemudian patah hati dengan pria di ujung sana yang pura2 tak ku ketahui,

yah mungkin ini hanya sedikit cerita soal si cacing yang bisa saya gambarkan, kerna tinggal dengan kurun waktu beberapa tahun ini tentunya menyisahkan banyak cerita yang tidak selalu bisa saya gambarkan dalam bentuk tulisan, tapi mengingatnya dengan pasti dalam ingatan dan memori  yang mungkin kelak akan menjadi bahan cerita bersama, semoga....AMIN




Jumat, 12 April 2013

APRIL ( Women Day)

mungkin ini merupakan bulan yang istimewa untuk para wanita-wanita indonesia, entah itu single atau  ibu rumah tangga di segala usia, bahkan seluruh stasiun TV maupun media elektronik mulai membahas tentang wanita-wanita hebat dari yang poluler maupun tidak tp memiliki andil untuk ruang lingkup disekitarnya,yang mulai tak terhitung jumlahnya,

Dan april tidak akan terlepas dari sosok sang IBU yang menjadi inspirasi jutaan wanita di pelosok negri yang menyuarakan emansipasi,  yah....hak persamaan gender itu yang mereka katakan walau sebagiannya lagi mengikut tanpa tau jelas itu apa. dan kerna kita sama gender kitapun membenarkan tentang hak-hak yang mungkin salah di tafsirkan ataukah hanya pengikut yang berteriak yang salah menafsirkan, mereka melihat teriakan dan ikut berteriak tanpa mau belajar dan melihat dari sudut pandang yang lain tentang emansipasi itu sendiri.

mungkin konteksnya  lebih kepada persamaan dan adanya perjalanan beriring tanpa harus ada yang saling mendahului satu sama lain, atau mungkin juga pemberian kesempatan kepada para wanita untuk bekerja sesuai kemampuan, walau untuk hitungan  bisnis wanita berpeluang memiliki waktu isin kerja jauh lebih lama saat kodrat yang lain memihak,  dan para pihak diluar ini setidaknya tidak  hanya mengedepankan ego seolah mereka terlampaui atau berada di bawah dan menjadi sesak (kecuali waktu tertentu),  too....kesuksesan sang IBU juga tidak terlepas dari peran andil pasangan hidup yang memberikan suport dan kebebasan dalam menjalankan cita-cita di usia remaja,

mungkin pameo yang menyatakan  bahwa kesuksesan seorang pria kerna ada turut andil wanita hebat dibelakangnya juga berlaku untuk para wanita dimana kesuksesan seorang wanita kerna ada pria hebat di belakangnya, kerena tanpa dukungan dan support dari pasangan atau orang yang berada di samping kita, kita mungkin bukan apa-apa, kerna kita memang di ciptakan berpasang-pasangan walau tidak lagi dalam hitungan pasangan itu satu-satu, dimana satu pria satu wanita  saat kita mulai berhitung soal perbedaan jumlah wanita yang jauh lebih banyak ketimbang pria, yang membuat beberapa wanita  harus di bekali hati yang lebih besar untuk berbagi dengan yang lainnya dan mulai berjalan seiring yang konteksnya  bukan lagi soal persamaan gender, tapi kerna memang sama gender........................... 





Kamis, 11 April 2013

Pemain Drama Tapi Bukan Ratu

saya tahu dia, wanita energik dengan tinggi menjulang dan tawa yang khas,  tidak cantik dan juga tidak jelek tergantung dia berada dimana, saya tidak tidak tahu sejak kapan mulai sadar tentang beberapa percakapan yang kemudian menjadi cerita lain di waktu yang berbeda,

saya bukan orang yang ditail dan bukan tipikal orang yang suka bergabung dalam kelompok yang suka becerita tentang orang lain kecuali sesekali menghujat dalam versi humor (pembenaran ), hal yang membuat saya mulai mendengarkan kerna kami mulai berada di kantor yang sama dimana hanya ada saya dan dia, banyak cerita baru setiap hari saat istrahat berlangsung, dia orang yang tahu banya hal itu pemikiran di awal bulan pertama bersama yang kemudian berubah dengan banyaknya cerita yang selalu berubah  tanpa dia sadar

 saya tipikal pelupa akut, tapi kerna seringnya cerita itu berulang saya jadi tahu klo dia mulai sok tahu, terlalu banyak cerita fiksi yang diolah seakan itu nyata, entah saya yang jahat atau tidak, kerna saya membiarkan itu tetap berlangsung dan tetap memandangnya dengan senyuman saat dia mulai bercerita, saya hanya tidak ingin dia malu dengan kesadaran sendiri kalau  saya tahu tentang cerita-ceritanya yang salah,

saya hanya berharap, dia akan  tahu dengan sendirinya kalau saya tau tentang beberapa ceritanya yang tidak benar dengan adanya perubahan ekspresi pada wajah saya saat dia mulai bercerita,

dan entah knp tulisanan ini justru banyak bercerita tentang "saya" nya ..................
hihihihihihihihihihihihihihihihihiihihi( tulisan madat)

Minggu, 07 April 2013

BerHitung.....tung..itung itung

saya tidak tau dengan pasti sejak kapan saya tidak suka matematika, yang saya tau pada saat di sekolah dasar saya sempat ikut lomba dan menjadi kandidat yang membawahi matematika kerna saat itu saya betul-betul suka dan menganggap menyelesaikan soal cerita berbau matematika adalah suatu  tantangan dan menyelesaikannya memiliki kepuasaan tersendiri

masa smp saya lupa soal cerita tentang matematika jadi tidak ada yang dapat saya tulis, SMA mungkin merupakan cikal bakal di mana saya betul-betul tidak memiliki ketertatrikan di bidang ilmu ini, saya ingat tentang sosok guru killer yang akan mengurung kami di dalam kelas sampai kami tahu jawaban dari pertanyaannya  walaupun jam istirahat hampir selesai, dan salah satu kakak memberikan saya hadiah kalkulator seri terbaru merek casio yang saat itu jadi barang canggih pada masanya dan  membuat saya tidak harus berpikir lama untuk menyelesaikan tugas rumah, atau sekedar menjumlah barang dagangan saat dapat jatah jaga toko.

masa penjurusan dan semester awal kuliah buat saya makin jauh, krna saya justru memilih kelas bahasa pd saat kelas tiga dan mengambil  sastra yang tidak ada perhitungannya  sama sekali dalam daftar kurikulum, di salah satu kampus walau tidak berakhir mulus, kerna saya lebih memilih melakukan liburan panjang di saat kampus justru mengadakan ujian.

Dan sekarang saya terlambat untuk belajar, saat  di otak  saya  mulai kelebihan kapasitas dengan banyaknya memori yang kadang tidak penting tp justru tersimpan di dalam kepala, dan ternyata hampir semuanya soal hitung dan mengitung,  dari umur, masa produkitif  tabungan bahkan tidurpun pake hitungan.

jangan salahkan saya, ketika saya tidak dapat menyelesaikan rentetan tugas  yang disitu ada begitu banyak angka yang siap untuk di jumlahkan sedangkan saya tidak di berikan fasilitas kalkulator, bahkan kebingungan saya semakin besar saat tau klo penelitian akhir saya yg awalnya menggunakan metode kualitatif harus berubah menjadi kuantitaf yg mengunakan rumusan statistik untuk  hasil akhirnya sehingga menjadi akurat dan bahkan hasil wawancaranya pun harus berubah dan di bahasakan dengan bentuk hitungan

saya mungkin hanya satu dari beberapa orang yang juga salah hitung, soal bagaimana caranya menyelesaikan masalah dan pekerjaan tidak dalam hitungan( mulai di baca strategi), tapi lebih kepada berpikir diam dan menunngu sampai waktunya memang tiba,  dan selalu menganggap klo kegagalan atau kesalahan adalah sukses yang tertunda( mencari pembenaran) padahal itulah efek dari "kebodohan yang terpelihara" mengutip bahasa muh asaad dalam salah satu bukunya. #NFQ..........






















Rabu, 03 April 2013

untuk 'DIA' (UNna Baharuddin)

kamis dipagi hari ,dalam kurun waktu sepersekian detik beberapa pesan masuk dikontek HP, dan saya seperti biasa melakukan kegiatan yang baru-baru ini mulai di budayakan 'lari pagi' kubaca satu persatu pesan yang semuanya   bernada sama, kami kehilangan "dia"  saya terdiam kaku dan hilang untuk beberapa saat.

Dia salah satu teman kecil yang  masih terjaga hingga kami sama-sama tau rasanya bertahan dan membuat diri kami bahagia dengan pilihan yang mulai kami putuskan sendiri, pertemuan kami terakhir sudah tidak sama seperti trakhir kami menghabiskan hari bersilatuhrahim dengan teman yang lain pada saat lebaran tahun lalu, dia tersenyum tulus walau tidak seenak dulu saat di pandang mata, tubuhnya mengecil dengan rambut yang tidak lagi ada, bahkan rambut di sekitar matapun hilang entah kemana efek kemo yang di jalani membuat mereka angkat kaki dan menyerah(rambut), dia asing benar-benar asing salah satu hal yang tidak berubah darinya adalah  behel yang masih melakat erat di antara giginya, 

kabar yang membuat kami tersentak dua tahun lalu ketika kami tau kalau 'Dia' sakit, 'Dia' wanita cerdas dengan tingkat religius yang lumayan ketimbang kami,'Dia' juga pengembang pola hidup sehat dengan tidak makan di sembarang tempat, tidak merokok dan tidak suka makanan instant, dia mengajarkan kami cara memperlakukan tubuh dengan baik dari dalam maupun luar bukan dalam konteks menggurui, tapi berbagi ilmu sesuai dengan bidang pendidikan disaat kuliah( Kesehatan Gigi)

faktor kerja jauh dari rumah mungkin jadi salah satu penyebab pola hidup berubah, tak ada kontrol atas kerja ataukah kerna dengan bekerja justru membuat rasa rindu akan rumah sedikit terobati sehingga itu dilakukan hingga larut dan besoknya memulai hal yang sama, kemudian menjadi siklus rutin dan makanpun terabaikan , atau itu hanya salah satu penyebab atau ketentuan yang sudah ditetapkan OlehNYA  untuk keberangkan pertama di awal bulan April.

'Dia' si sakit yang selalu optimis,cancer sama sekali tidak membuat semangat hidupnya berkurang

jiwa besar dan semangat hidupnya membuat nada ataupun intonasi suaranya tidak berubah atau tampak lemah saat trakhir kami berhubungan via telpon, dengan antusias 'Dia' bercerita tentang pengajuan pindah yang telah di ACC oleh pihak kantor membuatnya tidak harus jauh dari rumah 

Air mata sama sekali tak bisa membuat 'Dia' kembali, walaupun sadar saya sama sekali tak bisa menghentikkannya jatuh di pagi ini, Doa kami mengiringimu" semoga allah SWT memberikan tempat indah di sisinya" dan menempatkanmu bersama orang-orang beriman lainnya. kami akan menginggatmu untuk setiap kesempatan di lain waktu bersama teman yang lainnya saat kami masih diberi kesempatan lebih OlehNYA.....
 





Selasa, 02 April 2013

LONG TRIP(yang mulai menjauh)

lihat hasil surpey dari salah satu lembaga  yang menyatakan bahwa masyarakat  indonesia adalah masyarakat yang suka jalan-jalan, dan boros dalam hal berwisata mungkin memang benar, di tambah dengan makin banyaknya penerbangan promo dan bertambahnya maskapai penerbangan yang ada, sayang wisata luar negri jauh lebih murah ketimbang wisata dalam negri sendiri.

bahkan beberapa teman dekat yang masa kuliah dulu pobia terhadap ketinggian kini mulai sering update status di tempat tujuan dan membuat sebagian teman yang lain  mengehala napas iri walau sebagiannya berstatus palsu(mungkin), setiap perjalanan memiliki banyak tujuan, refresh dari kegiatan rutin  atau niat tersembunyi dari perjalan single yang berharap pulangnya jadi double(jawaban salah satu teman pd pesan BBM) sehabis TRIP.

Dan sebagian lagi menganggap trip adalah proses perjalanan spritual walau bukan di tempatNYA, tempat melihat dan bertemu orang-orang yang baru dari berbagai latar belakang, atau sekedar meningkatkan empati terhadap sekitar yang mungkin jauh berada di bawah yang kemudian menjadi empati terhadap diri sendiri kerna tabungan terkuras dan tagihan kartu kredit over limit(hihihihihihi).

tanggal yang berwarna merah membuat saya bersemangat mengatur rencana  untuk pulang kerumah, jarak bermil-mil sama sekali bukan halangan dan belum baiknya prasaran penerbangan membuat jarak rumah harus di lewati berjam-jam untuk satu kali perjalanan, "RUMAH" hal yang betul membuat rindu ditambah dengan celoteh para bocah yang memanggilku "tante" beberapa konfilk kecil pasti ada menghiasi setiap kepulangan tapi itu sama sekali tidak membuat jera atau merasa lelah untuk kembali kesini untuk waktu jeda berikutnya......





backup plan (antisipasi gagal)

pagi rabu,  seperti hari rabu sebelummnya kelompok kecil kami melakukan rutinitas seperti biasa yang di awali doa pagi yang di pimpin oleh bapak pemimpin kantor dan di akhiri dengan teriakan yang sama di setiap pagi " let's do'it ( mari kumpulkan duit )  dan kembali ke tempat duduk masing2,

 di depan kantor terlihat beberapa bapak berseragam coklat pengayom masyarakat, yang biasa di jumpai di hampir sudut jalan di kota kecil ini, mereka banyak bahkan ratusan dan mungkin kota kecil ini memiliki tingkat keamanan paling tinggi  klo itu di pandang dari segi kuantitas,

hasil cek dan ricek dari security kantor, ternyata mereka membawa undangan dari pihak kepolisian setempat
untuk memberikan pelatihan kepada pihak keamaan kantor yang tidak mengenyam pendidikan di badang tersebut dan memberikan pelatihan pembelaan diri untuk hal-hal yang mungkin akan terjadi , kasus seminggu lalu di salah satu bank yang mengabarkan salah satu security meninggal  akibat perampokan  sementara sang istri sedang mengandung buah cinta.yang kemudian di ketehui pelaku adalah juga merupakan rekan  sejawat di kantor tersebut,

miris tapi itu realita yang sering terjadi, para pihak2 yang berwenang selalu melakukan revisi pada saat ada kejadian yang menurut mereka di luar kehendak dan setelah ada korban , bahkan pihak corporate terutama bagian SDM tidak bisa merinci secara ditail tentang latar belakang calon karyawan  yang kelak akan menjadi penghuni tetap dalam subuah perusahaan dan untuk sebuah integritas hanya akan di berikan penghargaan sebuah karangan bunga bertuliskan" kami segenap karyawan mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam_dalamnya"

salah satu pemimpin cabang kami terdahulu bapak RH pernah bercerita tentang suatu integritas tidak selalu harus memasang badan, dalam artian bertindak bodoh untuk suatu keadaan yang mugkin akan terjadi dan  di perusahaan besar selalu terikat dengan sistem asuransi dan suatu system, selama itu sesuai dengan ketantuan dan sisdur maka akan mendapat ganti sesuai dengan jumlah kehilangan , sayang banyak para pemimpin yang tidak mengedukasi para karyawannya untuk tetap bekerja aman dan cerdas,  mereka hanya manusia yang tersetting layaknya robot yang bisa berbicara bahkan untuk improvepun mereka harus memiliki aturan.............