entah kenapa panggilan itu kembali muncul, padahal itu panggilan yang dulu kita sepakati ketika kita sama-sama mulai untuk memperbaiki diri dan berjanji tidak akan menghujat dengan nama-nama binatang dengan peringai kasar sperti 'anjing' dan mengubahnya menjadi nama-nama binatang yang jauh lebih imut agar kedengarannya juga imut.
panggilan awal ini justru bukan kerna kami ingin memaki dalam konteks jengkel atau dalam keadaan marah tapi memang dulu kami terkadang memanggil dengan nama kasar satu sama lain, setelah melakukan analisis dari karakter maka di putuskan lah nama si Cacing Tanah ini untuk salah satu sepupu, satu-satunya hal yang membuat kesamaan mereka adalah mungkin garis lurus kecil seperti cacing di atas matanya( alis ). yaa, dia selalu bermasalah dengan itu, entah pembagian rambut yang tidak merata untuk sekujur tubuh atau kerna efek bagian lain mendapat jatah rambut lebih di bagian tubuhnya yang kadang menajadi lelucon kami.
berada jauh dari rumah dan efek kontrak kerja yang belum jelas ditambah biaya tinggal dan makan di tempat ini membuat kami memutuskan utuk berbagi tempat tidur dan belajar untuk bertoleransi lebih awal untuk bekal hidup kami nanti jika waktunya, walau mungkin tak seindah sekarang, kemarin kami sering berteriak satu sama lain hanya untuk membuat kami merasa lega dengan persepsi salah soal marah yang tak baik jika tak di ucapkan,yang justru membuat kami makin sakit kerna itu kemudian membuat lubang dan bekas kerna munculnya beberapa kata kasar yang tak seharusnya diucap.
dan kotak ini (dibaca kamar) menjadi saksi soal teriakan si cacing tanah atau terkadang menjadi sasaran dari amukannya, kerna kebiasaan menyalurkan marah dan sakit terkadang di lakukan dengan memukul tembok yang kemudian menjadi tangisan lain di esok hari kerna tangannya mulai lebam, dan kotak ini juga jadi saksi soal bisikan-bisikan dan beberapa isakan tangis si cacing saat mulai menjalin asmara kemudian patah hati dengan pria di ujung sana yang pura2 tak ku ketahui,
yah mungkin ini hanya sedikit cerita soal si cacing yang bisa saya gambarkan, kerna tinggal dengan kurun waktu beberapa tahun ini tentunya menyisahkan banyak cerita yang tidak selalu bisa saya gambarkan dalam bentuk tulisan, tapi mengingatnya dengan pasti dalam ingatan dan memori yang mungkin kelak akan menjadi bahan cerita bersama, semoga....AMIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar