Selasa, 02 April 2013

backup plan (antisipasi gagal)

pagi rabu,  seperti hari rabu sebelummnya kelompok kecil kami melakukan rutinitas seperti biasa yang di awali doa pagi yang di pimpin oleh bapak pemimpin kantor dan di akhiri dengan teriakan yang sama di setiap pagi " let's do'it ( mari kumpulkan duit )  dan kembali ke tempat duduk masing2,

 di depan kantor terlihat beberapa bapak berseragam coklat pengayom masyarakat, yang biasa di jumpai di hampir sudut jalan di kota kecil ini, mereka banyak bahkan ratusan dan mungkin kota kecil ini memiliki tingkat keamanan paling tinggi  klo itu di pandang dari segi kuantitas,

hasil cek dan ricek dari security kantor, ternyata mereka membawa undangan dari pihak kepolisian setempat
untuk memberikan pelatihan kepada pihak keamaan kantor yang tidak mengenyam pendidikan di badang tersebut dan memberikan pelatihan pembelaan diri untuk hal-hal yang mungkin akan terjadi , kasus seminggu lalu di salah satu bank yang mengabarkan salah satu security meninggal  akibat perampokan  sementara sang istri sedang mengandung buah cinta.yang kemudian di ketehui pelaku adalah juga merupakan rekan  sejawat di kantor tersebut,

miris tapi itu realita yang sering terjadi, para pihak2 yang berwenang selalu melakukan revisi pada saat ada kejadian yang menurut mereka di luar kehendak dan setelah ada korban , bahkan pihak corporate terutama bagian SDM tidak bisa merinci secara ditail tentang latar belakang calon karyawan  yang kelak akan menjadi penghuni tetap dalam subuah perusahaan dan untuk sebuah integritas hanya akan di berikan penghargaan sebuah karangan bunga bertuliskan" kami segenap karyawan mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam_dalamnya"

salah satu pemimpin cabang kami terdahulu bapak RH pernah bercerita tentang suatu integritas tidak selalu harus memasang badan, dalam artian bertindak bodoh untuk suatu keadaan yang mugkin akan terjadi dan  di perusahaan besar selalu terikat dengan sistem asuransi dan suatu system, selama itu sesuai dengan ketantuan dan sisdur maka akan mendapat ganti sesuai dengan jumlah kehilangan , sayang banyak para pemimpin yang tidak mengedukasi para karyawannya untuk tetap bekerja aman dan cerdas,  mereka hanya manusia yang tersetting layaknya robot yang bisa berbicara bahkan untuk improvepun mereka harus memiliki aturan.............



Tidak ada komentar:

Posting Komentar