kembali semangat’ akan ku selesaikan ini walau malam harus kehilangan fungsinya, kan akan ada esok, dan klo pun esok itu tak datang maka aku tak harus pergi dengan kerja yang tak terselesaikan.....
........................................................................................................................................................
Esoknya’
Persentasi hari ini cukup dan menyisahkan senyum walau mereka sama sekali tak faham, malam tadi kayaknya tak sia-sia, kerna semuanya berjalan sesuai dengan yang di rencanakan. Waktu nya menunaikan kewajiban lain yaitu pulang dan terlelap, membayar malam yang lewat walau sekarang sudah siang.
Tiba-tiba seseorang menghampiri’ wanita itu perna kukenal beberapa tahun yang lalu masih dengan senyuman khas dan mata yang sama, hmm’ makin sukses aja’ katanya. Pak kabar’...... dia kembali menyapaku dan aku masih terdiam...
................................................................................................................................................................
Dini’ sambil menyodorkan tangan kau mulai menghampiri dan menjabat tangannya, dan seakan tak sadar akan keberadaanku, kemudian aku tertawa mejadi saksi pertemuan pertama kalian, kaupun sadar klo aku ada diantara kalian, tapi wajahmu sama sekali tidak menunjukkan rona merah tanda malu, dan kembali menyodorkan tanganmu pada ku, percakan pun mulai seolah kita teman yang lama tak berjumpa, atau memang sudah ada percakap dirimu dangannya yang sama sekali tak ku tau, yang kutau gufy yang terus tersipu dan sesekali melirik padamu.
.............................................................................................................................................................
Telponku berdering’ dari nomor yang entah siapa pemiliknya’ kuangkat dan kudengar sapaan darimu lagi’ dengan sedikit basa-basi kaupun mulai bercerita, tentang ‘ gufy’ yang entah dimana, tak banyak yang bisa ku cerita’ tentangnya. Aku bertemu dengannya setiap pagi kerna kami memang sekantor’
Akupun tak bisa bercerita klo dia mengangumi mu tapi pesona yang lain tak bisa di hindarinya. .....
Dengan sapaan selamt malam, obralan kitapun berakhir.
............................................................................................................................................................
Dan disini, beberapa tahun yang telah lewat’ lagi-lagi kita bertemu, di tempat beberapa puluh kilo meter jarak dimana pertama kali kita bertemu,dan tanpa telpon atau kabar untuk sekedar membuat janji. kulihat kau, tak ada yang berubah, masih dengan senyuman yang sama dan tawa yang perna ku ingat. ‘ liburan ya? Katamu memecah kekakuan kita atau hanya kekakuan milikku. Hm aku hanya tersenyum, ‘’ dua bulan lalu kantor mengutusku untuk bekerja di kota ini’ tiba-tiba senyum mu mereka’ selamat datang ‘katamu’ aku hanya mengernyitkan kening dan mungkin itu sangat nampak bagimu. Oh iya akupun sama’ di tempatkan disini dan kembali memulainya disini’ tanpa sedikitpun beban yang terlihat dari wajahmu, malam itu kita bercerita panjang tentang kisah mu dan juga kisahku yang mungkin sama sekali tak penting, dan di akhir dengan senyuman selamat malam dan janji bertemu, besok dan besok nya lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar