Tidak terasa hampir tiga tahun saya berada di tempat ini, dengan pekerjaan yang kupikir dulu tidak akan lama untuk kujalani , dengan rumah dengan kota yang indah, tidak lama lagi lulus, klo di hitung dengan waktu sekolah. Beberapa teman yang peduli mulai memberikan pemikiran soal masa depan, dengan kurun waktu yang lumayan dengan status OS alias kontrak dengan bantuan vendor, dan umur yang semakin bertambah membuat mereka mulai sangksi dengan statusku, dengan pengalaman kerja yang demikian tidak sulit untuk mencari kerja, itu menurut mereka, dan kadang mulai terpikirkan, entah kenapa saya mulai jatuh cinta, dengan ini, dengan tempat ini dan dengan orang2 yang berada disekitarku, kupikir dengan status BUMN dengan laba tertinggi sama sekali tidak membuat orang2 yang hidup darinya tidak menjadi congkak, kulihat mereka cerdas, sederhana dan bersahaja. Walau kadang melelahkan dan harus menghela napas dalam saat para pegawai PT, menerima insentif dan bonus, tapi mereka juga perna mengalami masa dimana mereka merasa hal yang sama, dan dengan pekerjaan yang jauh lebih sulit dibanding sekarang yang di mudahkan dengan teknologi yang semakin maju.
Dulunya, ini hanya salah satu bentuk transisi, setidaknya saya tidak harus menganggur sampai saat saya betul2 punya kesempatan untuk melakukan apa yang sudah kupikir jauh sebelumya soal besok, ini bukan Saya, yang harus berdandan, memakai high heels, memakai wewangian dan harus tampil menarik, dan tersenyum kepada setiap orang yang datang sambil berusaha menawarkan bantuan. tapi berlahan pemikiran itu mulai rabun, kerna ini kemudian menjadi bagian wajib yang kurindukan di waktu libur.
Entah akhirnya kapan, setidaknya untuk saat ini, hanya ingin menjalani apa yang membuat nyaman, to, klo persepsi kita dan sebagian orang mengukur kesuksesan dari status sosial dan jumlah rupiah di rekening, tapi tidak ada yang berani membuat persepsi klo sukses dan menjadi kaya akan berarti nyaman....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar