kembali ku hampiri dia, walau dalam maya, masih sama, penuh dengan keluhan,
sementara senja tadi seorang teman dengan terisak menahan pedih kerna rasa yang tak berbalas, dan dengan rela memberikan pundak bahkan tubuhnya, hanya untuk menghapus keluhannya,
apakah memang sudah hukum alam bahwa rasa tidak akan perna seimbang, atau kah SANG PENCIPTA, masih ingin kita belajar, tentang rasa sabar dan selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, disisi lain kita terabaikan sementara tanpa sadar kita juga telah mengabaikan..........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar