saat semua orang menjadi salah, apakah kita memang benar
dan saat kita menjadi benar apa memang benar orang lain salah
kita selalu identik membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain
bahkan bahasan monolog yang tau sebenar-benarnya kadang kita abaikan
kerna memang ego dan sensitifitas diri lebih dominan
bahasannya hati tak pernah salah, padahal hati cenderung berbuat salah
kerna selalu membenarkan apa-apa yang sekarang di yakini tanpa pertimbangan akal
keduanya kadang bertolak belakang namun kadang seiring dan membuat senyuman puas
yang membuat kita lebih sehat tanpa sadar..
berapakali kita sakit kernanya, hanya kerna keadaan berubah dan hati merasa terhianati
padahal itu sudah jelas dari awal kalau itu memang salah, hanya kemudian dibenarkan
dan kitapun menyalahkan yang lain yang tak sepaham.
berapa kali kita sehat, tersenyum merona dan merasa tak akan ada yang berubah
saat persepsi kita di benarkan dan di ikuti oleh anggota tubuh yang lainnya
sehingga membuat kita tertidur tanpa harus menghitung detik-detik jam yang entah
tersembunyi dimana.....
bagaimana kita membuatnya selaras dan terus seperti itu,....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar