Sabtu, 02 Februari 2013

ceritanya, cerita mereka

saya kembali bertemu dengannya teman dekat di waktu kuliah, saya yang mencarinya dan menanyakan kabarnya kerna saya berkepentingan, maaf klo bahasa ini membuatnya kedengaran kasar,  tapi memang justru itu yang membuat kita  terhubung, terima kasih ( kepentingan red) mungkin tanpa itu saya akan betuL2 kehilangannya, badan imutnya muncul didepanku, dengan pria manis disampingnya, yang ku kenal sebagai kenalan barunya waktu itu, tiga tahun yang lalu, kamipun jalan dan mencari tempat berbincang yang lebih nyaman, segelas ice copi dan roti triple coklat menjadi pembuka cerita kami, ternyata ini tahun kedua mereka bersama. cerita kamipun berlanjut dari pendidikanku yang tak kunjung selesai, padahal kami mulainya bersama, dan dia sudah memegang ijazah dan tak lama lagi naik golongan. waktu terus berjalan, dan diskusipun menjauh dari topik kuliah,  berlanjut ke topik relationship, memang  tidak akan ada habisnya cerita soal  ini, baik itu dulu saat umur belasan ataupun kini saat dewasa, saya menyimak cerita mereka, tentang pengalaman jarak jauh saat berhubungan ataupun saat sekarang mereka dekat,  tapi tak satu katapun yang terlontar akan mengakhiri hubungan itu kejalannya, mungkin itu cuman topik untuk mereka, dan saya saat ini bukanlah pihak yang harus ikut dalam topik itu, saya ingat cerita seorang teman kantor di waktu istrahat, katanya hubungan dua orang  dewasa saat memasuki hitungan tahun  adalah saat dimana salah satu pihak belum yakin dengan pihak yang lainnya, tapi setelah pertemuan ini, opini itupun berubah karena saat suatu hubungan berlanjut, itu bukan lagi berbicara soal dua orang, tapi ada begitu banyak orang yang akan menjadi perhitungan dan mereka disebut  orang tua, saudara atau apapun yang masuk dalam lingkungan keluarga. ragu untuk salah satu pihak mungkin,  banyak hal yang bisa membuat ragu, yang pasti itu bentuk sayang dalam artian lain,  walaupun kadang salah satu pihak mungkin tak akan peduli dan menganggap itu bentuk lain dari suatu penolakan, tapi apapun itu, too akhirnya kitapun akan menuju kearah sana saat tuhan berkehendak, karena apapun usahanya, lama atau tidaknya suatu hubungan akan selalu ada turut campur yang kasat mata yang tidak akan perna bisa untuk kita pahami,, dan semoga saat nanti saya memutuskan untuk bersama, Sang Maha cintapun menuliskan hal yang sama, sehingga saya tak harus melewatkan waktu bertahun untuk bertanya di dalam hati, "apa ini yang saya mau" AMIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar