Rabu, 30 Januari 2013

DIAM...diam...diam

Cerita di malam hari kadang jadi hal yang menyenangkan, dengan tetangga  ataupun teman tidur yang selalu menjambak rambutku saat terlelap, kerna kebiasaan buruk memegang rambut di waktu tidur,  kadang cerita menjadi pengobat lelah setelah berkerja seharian apa lagi di bumbui dengan berbagai macam penyedap rasa yang beraneka rasa,  tapi tak jarang kamipun "diam " kerna cerita tak lagi menjadi obat untuk lelah yang memuncak, malam ini, kami bercerita, tentang inginya kami  mengakhiri masa bersama dan memulainya dengan yang lain dalam artian berbeda,  seperti sebagian dari kami yang telah berhasil, dan melangkah jauh lebih dari kami,
yah........, kami berada di tempat dimana  kami tak menemukan yang kami cari, di antara sosok2 yang ada, kami menunggu tapi "diam" tak bergerak, dan sesekali menjadi "diam"  saat yang kami cari menjadi sosok yang hadir untuk yang lainnya, rumit, secara bahasa iya, tapi kenyataannya, kami melewati hari tanpa sadar sekarang hari kamis lagi, yang berarti tak lama lagi wiken dan begitupun seterusnya, .., mungkin sekarang waktunya untuk menikmati, hari dimana cuman ada kami dan diri kami yang lain, kerja, tidur. makan dan apapun itu, yang membuat kami merasa senang untuk  di jalani, kerna tak harus ada toleransi, tak ada yang  harus  saling mengerti dan tak ada lagi "diam" yang tak berarti. kerna sekarang  adalah   waktu  untuk menunggu dan belajar dari mereka yang sudah memulai, belajar dari mereka yang berhasil dan belajar dari mereka yang mungkin  tak dapat menyelesaikan cerita sesuai dengan skrip dan janji unuk saling menerima, baik itu dalam keadaan susah maupun senang................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar