lelaki dengan perawakan yang unik, berbicara lantang dengan bahasa yang karas, tak berhenti mengumpat untuk semua hal yang tidak berkesan dihati, teman sekaligus kakak, yang selalu ada saat dibutuhkan, ayah dari sepasang anak, bilal dan alea,
ini kegiatan terakhir kami bersama kebiasaan nyalon tanpa di ketahui oleh yang lainnya, dulu dia orang pertama yang kuhampiri, dikantin kumuh milik pak padang yang merupakan satu-satunya alternatif pengganjal perut di kantor, kantor baru, area baru, dan tentunya tak ada teman, membuat saya tanpa malu mulai bertanya kasak-kusuk tentang keberadaannya yang ternyata juga baru, itu membuat kami dekat, dan membuat kami berinisiatif untuk tinggal di kost'an yang sama dengan beberapa teman lainnya yang juga baru, waktu berjalan, statuspun berubah, dia tak lagi sama denganku yang berstatus kontrak, target yang di tetapkan oleh kantor terlampaui dengan sempurna membuatnya mendapat gelar karyawan PT, dan dan rezekypun mengalir dengan kehadiran dua orang bocah yang sangat mirip dengannya.
rumah baru dan keluarga yang mendampingi tidak membuat kami berjarak, sang istri wanita bersahaja yang rela meninggalkan pekerjaan demi keluarga, menganggap kami sama, yaitu teman dan saudara, waktu wiken terkadang kami isi dengan pesta kecil dengan makanan luar biasa atau sekedar rekreasi di daerah sekitar hanya untuk mengisi liburan bersama,
target yang membuatnya berhasil keposisi PT, ternyata juga yang membuatnya menjadi karyawan dengan prestasi buruk, sang debitur mengalami hambatan produksi yang membuat kredit macet( NPL)...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar