Rabu, 08 Februari 2012

strata

Ini bukan cerita soal strata pendidikan yang kujalani yang mulai bikin pusing, walaupun mungkin ada bahasan soal itu nantinya,
Menikah adalah hal yang di inginkan oleh hampir semua orang tak terkecuali ,lebih-lebih saat kita bisa bersama dengan orang yang kita kenal dan orang yang telah menjadi bagian dari kehidupan kita, untuk beberapa waktu. Tapi ini bukan tentang saya,
Lahir dalam keluarga miskin itu takdir, dan mati dalam keadaan miskin katanya, itu pilihan, saat kita dilahirkan dalam keluarga dengan keadaan mampu dan dengan garis keturunan nigrat itu ada lah takdir dan berkah yang tidak bisa kita tolak, terbiasa dengan kehidupan cukup dan pandangan lingukangan yang menghargai yang entah asli atau polesan adalah hal yang biasa, tapi saat beberapa tahun kelak saat ketentuan Tuhan yang lain diturunkan, yaitu jodoh. Dan ternyata pasangan yang digariskan bukan dari kalang yang membuatmu besar tapi menawarkan cinta yang tulus, apa itu kemudian membuatmu, menjadi sulit, padahal di setiap doa selalu untuk dimudahkan.
Mungkin ini bukan soal diri sendiri, kerna ada mereka yang membuat kita menjadi ada, mereka disebut orang tua dan keluarga, dan sudut pandang mereka yang lebih dulu ada dan menjalaninya lebih dulu, membuat mereka membuat standar untuk hidup kita juga sama, walau mungkin ada beberapa yang enggan untuk mereka ceritakan, soal kehidupan mereka kemarin, yang tak mungkin selalu mulus dan mungkin tidak sebaik sekarang. Atau mungkin juga kerna mereka sama sekali belum merasakan apa yang sekarang kamu rasakan, atau mungkin sudut pandang mereka dan soal upaya mereka untuk membuat keturunan berikutnya bisa mendapakan hal yang lebih baik, seperti upaya mereka merencanakan masa depan anak-anaknya jauh sebelum mereka tau kalau hidup itu tidak mudah, semudah kita berbicara.
Dan sebagian yang masih memegang teguh masalah adat dan tradisi keluarga, yang justru tanpa sadar membuat mereka melalaikan hal dasar yang membuat adat itu ada dan justru membuat garis keturunan mereka menjadi kehilang kesempatan untuk membuat suatu keluarga yang sakianh mawaddah dan wa rahmah, bukannya ingin menggurui atau memberi ide untuk mereka yang telah sukses lebih dulu, ini hanya sekedar bahasa yang tidak sempat terucap lewat lisan. Dan usaha untuk sekedar pendapat untuk jalan mereka lebih mudah dan lebih sabar, dan setidaknya ini bisa memberi sedikit semangat untuk lebih berusaha, dan semoga semuanya di perlancar.AMIN.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar