Sabtu, 11 Februari 2012

e-KTP

saat ini ada satu pertanyaan yang membuat saya sedikit sulit untuk menjawabnya, saat mereka bertanya, saya orang mana???????
hmmm, sepuluh tahun lalu saat pertanyaan ini muncul tanpa pikir panjang saya akan berkata, saya tinggal di sekayu, desa kecil yang sejuk dengan orang-orang dengan tingkat kekeluargaan yang sangat baik, dirumah dimana saya tumbuh dan sesekali berteriak hanya untuk sekedar didengarkan, walaupun itu salah.

lima tahun lalu, saat pertanyaan ini muncul lagi, saat saya bertemu dengan orang-orang, maka saya pun akan berkata saya tinggal dimakasaar, sebuah kota provinsi dengan penduduk padat dan dengan teman-teman dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda, dan jalan yang berlahan-lahan mulai mengalami kemacetan dengan gedung-gedung yang mulai menjulang,

dua tahun lalu, saat saya, kembali di beri kesempatan untuk menikmati tempat lain dengan kota kecil yang sejuk dan indah, sama sekali bukan, masalah kerna dengan mudah saya akan dengan mudah terdata di tempat ini sebagai penduduk asli,

memiliki dua tempat tinggal atau lebih dan terdata di ketiga tempat dalam kurun waktu bersamaan bukan suatu masalah, melainkan memeberikan keleluasaan saat penat menghampiri, dan menggunakan kesempatan di dua tiga tempat sekaligus,dan memiliki tujuan saat orangorang lokal, binggung mencari liburan hemat, kerna saya memliki alternatif lain untuk libur, yaitu pulang.....,

saat, pemerintah mulai memberlakukan identitas tunggal, dan mulai mendata satu persatu masyarakat, ini yang akhirnya membuat binggung, jujur saat ini saya tidak tau saya warga mana, kerna sepuluh tahun lalu saya memiliki area pribadi di rumah kecil itu yang disebut kamar, yang saat pulang, sudah menjadi hak paten untuk sepupu, dan saat saya pulang orang-orang akan berkata, tamu dari mana??? dan bahkan anak kecil yang kusebut ponakan yang selalu menunjukan kelima jarinya dan berkata saya sudah besar umur saya sekarang empat tahun, meyuruh saya pulang saat dia marah..

dan saat lima tahun lalu, saat saya membeli barang via toko online, dengan benar saya akan menulis alamat yang pasti, dan akan sampai tepat waktu, tanpa harus membuat binggung jasa pengiriman, kerna hanya menyebutkan nama dan alamat jelas,barangnya akan tiba di tangan yang tepat, dan sekarang saat pendata itu datang tepat saat sms dari pemilik rumah mengirimkan pesan singkat via HP, klo kontrakannya akan berakhir, dan tempat saya bekerja belum bisa memberi keputusan soal status saya, saya pun kebingunggan,...

bukan kerna saya tidak suka, atau apapun kata yang tepat soal kebijakan ini, saya hanya mulai sadar klo tempat itu hal yang penting, klo dulunya ini sama sekali tak perna terpikirkan akan jadi hal yang membinggungkan, atau akan menjadi hal yang harus dipikirkan, kerna terkadang surat domisili membuat kita memiliki beberapa kesempatan, untuk hal-hal besar yang sama sekali tak terduga, contoh kecilnya, saat saya memutuskan menyelesaikan kuliah, maka dengan mudah saya mendapat bantuan financial dari pemerintahan setempat kerna saya warga lokal, dan terkadang pemerintah daerah lebih mengutamakan penduduknya saat ada proyek atau pekerjaan-pekerjaan hanya dengan menunjukkan tanda pengenal....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar