Rabu, 08 Februari 2012

putus

Mu ngkin itu jalan terakhir dari hasil diskusi dan perdebatan yang panjang, atau mungkin juga awal dari usaha untuk tidak membuat suatu hubungan betul-betul berakhir, bukannya ingin jauh tapi dekat kadang membuat bahasa membuat gema dan sampainya tak lagi jelas, klo dulu mungkin tanpa katapun kita bisa mengartikan bahasa satu dengan yang lainnya, tapi itu mungkin dulu,
Amarah yang tak berjeda, membuat kepakaan antara kita mulai terkikis, sadar atau tidak itu nyata, membuat jarak pun sulit, kerna rasa tarasing dan merasa tak dihargai jauh lebih dominan, dan kembali menjadi perdebatan walau kadang tak terucap lewat lisan, tapi menghasilkan kekakuan yang panjang. Kita pantas berbahagia walau mungkin tidak harus selalu bersama, kerna menahan amarah terlalu sering juga tidak baik untuk kesehatan jiwa.
Rasa sendiri pasti akan datang, tapi kemudian mencari akan menjadi lebih baik, ketimbang harus merasa sendiri sementara disekeliling kita sangat gaduh, dan kitapun buta kerna terlalu berpikir tentang kemarin dan kemarin atau mungkin dulu kita terlalu bahagia dan sekarang waktunya untuk itu, kerna memang hidup seperti itu, dan kerna hidup memang seperti itu, maka ada baiknya kita bersama untuk tidak membuat ini menjadi lebih sulit,
Sadar atau tidak kita sudah terikat, entah hubungan itu apa namanya, kerna memang kita sudah dipertemukan dari awal olehNYa dan tak mungkin itu tanpa rencana, kerna sesungguh tak’kan perna ada kebetulan untuk semua hal. Dan semoga kelak kita bisa saling menghargai satu dengan yang lainya saat kita masih berjodoh, walau tanpa hubungan apa-apa. AMIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar