Sempatkanlah dan maafkanlah, kata yang mungkin akan teringat untuk beberapa saat kedepan, ini bukan soal kemarin atau soal hari ini, ini soal kedepannya yang pasti kita sudah punya rencana yang sama tapi tidak sama,
hanya satu coretan kecil di atas kertas bernilai tak seberapa malah bikin pikiran menerawang jauh entah beranta, kemarin ini bukanlah hal yang sulit tapi saat rencana yang juga tak jelas kita bersama mendekat, itu jadi kian jadi pertimbangan, dimana saja akhirnya akan jadi masalah padahal itu jawaban dari pertanyaan yang muncul beberapa kali, setidaknya saya tak harus menahan hafas iklas ataupun menahan nafas marah untuk hal yang telah menjadi kebiasaan disini bersama, saat bentakan dari kepedulian muncul, dan tiba-tiba kembali muncul dengan desahan manja seolah-olah dan seperti itulah setiap konflik, ini juga bukan soal dia yang datang soalah-olah tak perna terjadi apa-apa, padahal memang seperti itu. tak pernah terjadi apa-apa
atau mungkin juga tentang ini diriku sendiri.....................
Jumat, 10 Januari 2014
Minggu, 08 Desember 2013
INTROPEKSI
kulihat dia dengan kedewasaannya yang palsu
yang kemarin kutuntut
dengan wajah sama dan pola pikir yang jauh lebih cerdik
saya pergi kerna konon saya tak bisa bertahan dengannya yang tak bisa seimbang
saya melihatnya lagi dan menghela kerna saya yang tak bisa menjadi lebih dewasa
bahkan gesekan kecil membuat saya membuat nyala yang kemudian menyakiti diri sendiri
saya mungkin lelah dan mulai muak dengan keisengan kecil yang mungkin menurutnya
hiburan dan saya mungkin lelah atas sabar sehingga yang lainnyapun membuat saya marah
memang kencendrungan kita disitu
menyakiti orang lain atas sakitnya kita terhadap yang lain
dan membuatnya terbatas, berhentilah menyakiti secara tak sadar
bahkan diam bukan lagi solusi
saya sampai dimana secara tak langsung berubah kerna keadaan yang tiba-tiba datang tanpa sebab, tulisan inipun berubah dari menilai diri sendiri menjadi penilaian terhadap orang lain yang tak seharusnya di adakan mungkin kerna keadaannya berubah dari hening menjadi gaduh
dan si penuntut perhatian membuat jedah
saya berhenti
..................................................................
yang kemarin kutuntut
dengan wajah sama dan pola pikir yang jauh lebih cerdik
saya pergi kerna konon saya tak bisa bertahan dengannya yang tak bisa seimbang
saya melihatnya lagi dan menghela kerna saya yang tak bisa menjadi lebih dewasa
bahkan gesekan kecil membuat saya membuat nyala yang kemudian menyakiti diri sendiri
saya mungkin lelah dan mulai muak dengan keisengan kecil yang mungkin menurutnya
hiburan dan saya mungkin lelah atas sabar sehingga yang lainnyapun membuat saya marah
memang kencendrungan kita disitu
menyakiti orang lain atas sakitnya kita terhadap yang lain
dan membuatnya terbatas, berhentilah menyakiti secara tak sadar
bahkan diam bukan lagi solusi
saya sampai dimana secara tak langsung berubah kerna keadaan yang tiba-tiba datang tanpa sebab, tulisan inipun berubah dari menilai diri sendiri menjadi penilaian terhadap orang lain yang tak seharusnya di adakan mungkin kerna keadaannya berubah dari hening menjadi gaduh
dan si penuntut perhatian membuat jedah
saya berhenti
..................................................................
DESEMBER...
banyak cerita soal ini,
soal bahagianya dia
soal menyatunya mereka
soal berakhirnya kita
soal janji kita
soal kerja yang mulai padat karena deadline dan hasil kenerja setahunan di nilai disini
..............................................................................................................................
ya itulah desember bulan terakhir di penghujung tahun yang salalu menjadi tolak ukur sebelas bulan
kemarin,
bahkan menjadi bukti kemampuan ataupun hasil dari pribadi masing-masing individu karena kembali ada resolusi dan janji-janji baru tentang hidup yang lebih baik di awal bulan setelah ini.
dan entah bagaimana dengan desember berikutnya,
apa masih sama ataukah kita telah menyatu dengan tanah
dan menjadi kenangan untuk mereka-mereka atau malah sebagai pelanjut cerita
soal desember ini dan desember kemarin
entahlah..........
soal bahagianya dia
soal menyatunya mereka
soal berakhirnya kita
soal janji kita
soal kerja yang mulai padat karena deadline dan hasil kenerja setahunan di nilai disini
..............................................................................................................................
ya itulah desember bulan terakhir di penghujung tahun yang salalu menjadi tolak ukur sebelas bulan
kemarin,
bahkan menjadi bukti kemampuan ataupun hasil dari pribadi masing-masing individu karena kembali ada resolusi dan janji-janji baru tentang hidup yang lebih baik di awal bulan setelah ini.
dan entah bagaimana dengan desember berikutnya,
apa masih sama ataukah kita telah menyatu dengan tanah
dan menjadi kenangan untuk mereka-mereka atau malah sebagai pelanjut cerita
soal desember ini dan desember kemarin
entahlah..........
MONOLOG....
pembicaraan nya kembali seperti kemarin, mungkin ini hasil permintaan denganNYA yang terkabul, kekecewaan kemarin membuat pinta meraung tanpa melibatkan lagi soal logika, kerna mata yang sembab dan hati yang lelah meminta tanpa ada embel-embel " yang terbaik" dia benar-benar pergi dan sayapun pergi tanpa pertimbangan dan kemungkin yang jelas tidak akan perna kembali, itu mulai di tuliskan dengan JELAS dan PASTI, kerna kita memang sudah tidak punya pilihan lain selain menjalani dan menolak apapun itu yang memang menjadi pilihan kita di waktu yang lalu,
kedewasaan yang harusnya tercermin dari usia yang bertambah justru menjadi beban kerna kita tak lagi muda dan waktu dan kondisi tak mungkin menunggu, kalau dulu saya meminta untuk TIDAK boleh kah saya kembali meminta untuk di berikan yang terbaik dan melapangkan hati untuk menerima apapun itu yang terbaik dariMU, saya mungkin memang labil bahkan tak bisa menerima ataupun mendengar yang mungkin sudah jelas kebenarannya hanya kerna pertimbangan-pertimbang untuk semuanya lebih baik, dan sayapun kembali mengeluh kerna saya tak cukup kuat melihat mereka lebih senang dan lebih muda sementara saya di sudut lain harus menghela nafas dan tersenym getir nerharap di berikan kelapangan hati dan bahagia kemudian.
bahkan untuk yang lainnya tak bisa memberikan ketenangan kerna ego yang tak menyurut disisi bersamaan, sementara disana berhasil membuat itu menjadi tantangan dan menbuatnya berhasil membuat nya menjadi sama walau butuh waktu lebih panjang dari hal yang seharusnya dan menbuat kelapangan hati atau keberatan namun tak membuat menyerah,
saya mungkin kalah disini dan mungkin kalah untuk hal yang lainnya dan seterusnya, saya ingin meminta dan meminta lagi dan lagi untuk penciptaku yang mungkin punya rencana baik disana, berikan saya kesabaran lagi dan hati yang lebih lapang kerna memang saya butuh itu, kerna JANJIMU pastilah tak kan ingkar dan tak akan perna sama dengan kami yang tak kan luput dari salah....
kedewasaan yang harusnya tercermin dari usia yang bertambah justru menjadi beban kerna kita tak lagi muda dan waktu dan kondisi tak mungkin menunggu, kalau dulu saya meminta untuk TIDAK boleh kah saya kembali meminta untuk di berikan yang terbaik dan melapangkan hati untuk menerima apapun itu yang terbaik dariMU, saya mungkin memang labil bahkan tak bisa menerima ataupun mendengar yang mungkin sudah jelas kebenarannya hanya kerna pertimbangan-pertimbang untuk semuanya lebih baik, dan sayapun kembali mengeluh kerna saya tak cukup kuat melihat mereka lebih senang dan lebih muda sementara saya di sudut lain harus menghela nafas dan tersenym getir nerharap di berikan kelapangan hati dan bahagia kemudian.
bahkan untuk yang lainnya tak bisa memberikan ketenangan kerna ego yang tak menyurut disisi bersamaan, sementara disana berhasil membuat itu menjadi tantangan dan menbuatnya berhasil membuat nya menjadi sama walau butuh waktu lebih panjang dari hal yang seharusnya dan menbuat kelapangan hati atau keberatan namun tak membuat menyerah,
saya mungkin kalah disini dan mungkin kalah untuk hal yang lainnya dan seterusnya, saya ingin meminta dan meminta lagi dan lagi untuk penciptaku yang mungkin punya rencana baik disana, berikan saya kesabaran lagi dan hati yang lebih lapang kerna memang saya butuh itu, kerna JANJIMU pastilah tak kan ingkar dan tak akan perna sama dengan kami yang tak kan luput dari salah....
Rabu, 04 Desember 2013
Batas
melau, .....
suck ......
happy.......
miss......
Respect.....
and......
lost.....
maybe..
tomorrow
n im sick now.................................
suck ......
happy.......
miss......
Respect.....
and......
lost.....
maybe..
tomorrow
n im sick now.................................
Not End
baru tau rasanya seperti ini, atau mungkin memang kemarin terlupakan
saya mungkin akan menyerah dan biarkan mereka yang menuntun untuk kujalani
saya mungkin menyerah kerna kita ternyata tak sama, benar-benar tak sama
bahkan bahasan yang seharusnya menjadi bahan shering buat kita, justru menjadi pembicaraan mereka
dan saya sama sekali tak tau.
yang saya tau saya mulai lelah, dan mulai menjadi kekanak-kanakan
dan menurutmu mulai marah untuk hal yang tak penting
semaunya terlalu penting, dan di sisi lain itu biasa-biasa saja
ada bahasan yang sama-sama tidak kita ucapkan dan berharap di salah satu pihak mengerti
tanpa harus di jelaskan.
kitapun mulai membuat batasan dan yang lain membuatnya merasa terbatas
bahkan bahan obralan pun harus dipilih agar itu bisa menjadi menyenangkan kerna tidak
semua hal sekarang menjadi semenarik seperti kemarin.
bahkan menahan napas menjadi hal menyenangkan ketimabang bernafas dengan normal
padahal sesak itu melelahkan.
dan lagi, saya harus menghela nafas kerna tak bisa merasakan senuh hati
dan harusnya saya harus berpikir buat pergi sebelum saya betul- tak bisa bernafas
...............................................................................................................................
saya mungkin akan menyerah dan biarkan mereka yang menuntun untuk kujalani
saya mungkin menyerah kerna kita ternyata tak sama, benar-benar tak sama
bahkan bahasan yang seharusnya menjadi bahan shering buat kita, justru menjadi pembicaraan mereka
dan saya sama sekali tak tau.
yang saya tau saya mulai lelah, dan mulai menjadi kekanak-kanakan
dan menurutmu mulai marah untuk hal yang tak penting
semaunya terlalu penting, dan di sisi lain itu biasa-biasa saja
ada bahasan yang sama-sama tidak kita ucapkan dan berharap di salah satu pihak mengerti
tanpa harus di jelaskan.
kitapun mulai membuat batasan dan yang lain membuatnya merasa terbatas
bahkan bahan obralan pun harus dipilih agar itu bisa menjadi menyenangkan kerna tidak
semua hal sekarang menjadi semenarik seperti kemarin.
bahkan menahan napas menjadi hal menyenangkan ketimabang bernafas dengan normal
padahal sesak itu melelahkan.
dan lagi, saya harus menghela nafas kerna tak bisa merasakan senuh hati
dan harusnya saya harus berpikir buat pergi sebelum saya betul- tak bisa bernafas
...............................................................................................................................
PARA - METER
Suka ataupun tidak, rutinitas kita berjalan setiap hari tanpa banyak yang berubah, tidur, kerja, senang, marah, kaya, bangkrut dst...
setiap saat ada yang datang dan ada yang berubah tapi siklusnya tetap sama tak berubah, bahkan susana tempat dan hati pun sama, kadang lapang dan kadang sempit. but sekarang pembahasannya sama dikantor, dirumah ataupun pembicaraan di telpon sama-sama bahas soal PARA-METER
bentuk kekecewaan kita mungkin kerna harapan dan hasil tidak mendapat respect yang seimbang, sampai kita pun mulai membahas hal-hal yang kemarin di jalankan tanpa niat apa-apa selain berusaha melakukannya dengan sepenuh hati, atau bisa juga kita mulai mengungkit dan membuat ukuran kita sebatas mana kerna janji yang mungkin terlalu indah di awal ataupun yang pernah sampai di telingah dan membuat kita senang di awal.
setiap saat ada yang datang dan ada yang berubah tapi siklusnya tetap sama tak berubah, bahkan susana tempat dan hati pun sama, kadang lapang dan kadang sempit. but sekarang pembahasannya sama dikantor, dirumah ataupun pembicaraan di telpon sama-sama bahas soal PARA-METER
bentuk kekecewaan kita mungkin kerna harapan dan hasil tidak mendapat respect yang seimbang, sampai kita pun mulai membahas hal-hal yang kemarin di jalankan tanpa niat apa-apa selain berusaha melakukannya dengan sepenuh hati, atau bisa juga kita mulai mengungkit dan membuat ukuran kita sebatas mana kerna janji yang mungkin terlalu indah di awal ataupun yang pernah sampai di telingah dan membuat kita senang di awal.
Langganan:
Postingan (Atom)