kulihat dia dengan kedewasaannya yang palsu
yang kemarin kutuntut
dengan wajah sama dan pola pikir yang jauh lebih cerdik
saya pergi kerna konon saya tak bisa bertahan dengannya yang tak bisa seimbang
saya melihatnya lagi dan menghela kerna saya yang tak bisa menjadi lebih dewasa
bahkan gesekan kecil membuat saya membuat nyala yang kemudian menyakiti diri sendiri
saya mungkin lelah dan mulai muak dengan keisengan kecil yang mungkin menurutnya
hiburan dan saya mungkin lelah atas sabar sehingga yang lainnyapun membuat saya marah
memang kencendrungan kita disitu
menyakiti orang lain atas sakitnya kita terhadap yang lain
dan membuatnya terbatas, berhentilah menyakiti secara tak sadar
bahkan diam bukan lagi solusi
saya sampai dimana secara tak langsung berubah kerna keadaan yang tiba-tiba datang tanpa sebab, tulisan inipun berubah dari menilai diri sendiri menjadi penilaian terhadap orang lain yang tak seharusnya di adakan mungkin kerna keadaannya berubah dari hening menjadi gaduh
dan si penuntut perhatian membuat jedah
saya berhenti
..................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar