pembicaraan nya kembali seperti kemarin, mungkin ini hasil permintaan denganNYA yang terkabul, kekecewaan kemarin membuat pinta meraung tanpa melibatkan lagi soal logika, kerna mata yang sembab dan hati yang lelah meminta tanpa ada embel-embel " yang terbaik" dia benar-benar pergi dan sayapun pergi tanpa pertimbangan dan kemungkin yang jelas tidak akan perna kembali, itu mulai di tuliskan dengan JELAS dan PASTI, kerna kita memang sudah tidak punya pilihan lain selain menjalani dan menolak apapun itu yang memang menjadi pilihan kita di waktu yang lalu,
kedewasaan yang harusnya tercermin dari usia yang bertambah justru menjadi beban kerna kita tak lagi muda dan waktu dan kondisi tak mungkin menunggu, kalau dulu saya meminta untuk TIDAK boleh kah saya kembali meminta untuk di berikan yang terbaik dan melapangkan hati untuk menerima apapun itu yang terbaik dariMU, saya mungkin memang labil bahkan tak bisa menerima ataupun mendengar yang mungkin sudah jelas kebenarannya hanya kerna pertimbangan-pertimbang untuk semuanya lebih baik, dan sayapun kembali mengeluh kerna saya tak cukup kuat melihat mereka lebih senang dan lebih muda sementara saya di sudut lain harus menghela nafas dan tersenym getir nerharap di berikan kelapangan hati dan bahagia kemudian.
bahkan untuk yang lainnya tak bisa memberikan ketenangan kerna ego yang tak menyurut disisi bersamaan, sementara disana berhasil membuat itu menjadi tantangan dan menbuatnya berhasil membuat nya menjadi sama walau butuh waktu lebih panjang dari hal yang seharusnya dan menbuat kelapangan hati atau keberatan namun tak membuat menyerah,
saya mungkin kalah disini dan mungkin kalah untuk hal yang lainnya dan seterusnya, saya ingin meminta dan meminta lagi dan lagi untuk penciptaku yang mungkin punya rencana baik disana, berikan saya kesabaran lagi dan hati yang lebih lapang kerna memang saya butuh itu, kerna JANJIMU pastilah tak kan ingkar dan tak akan perna sama dengan kami yang tak kan luput dari salah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar