Kamis, 14 Mei 2009

iklhas

ada satu pertanyaan yang sampai sekarng belum terjawab n menjadi pertanyaan
buat hampir sebagian oranng yang memiliki status sama.
kenapa kaumku harus lebih iklas, kenapa kaumku harus lebih sabar
n kenapa pula kaumku mudah terjangkit penyakit
kenapa...n kenapa....
.......................
.........................
bicara soal iklas
apakah memberi tampa harap balasan bisa disebut dengan iklas?
dan kemudian berpikir dalam hati
tentang pemberian yang berulang....
apakah akan tetap disebut iklas...
ketika harus menangis dan merenung
diwaktu yang berbeda
tentang sesuatu yang telah dibagi
.......................
........................
........................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar