mataku terpejam ragaku berdiri kokoh
disinggasana, yang hanya ada satu
semua mata melihat....
kagum dan takjub, melihat keanggunan
dan kepemimpinanku.....
tak ada iri, tak ada benci
tak ada hujatan, yang ada hanya
pujian, dan semaunya dari keiklasan
dan itu hanya sebuah mimpi....
sedangkan mereka........
berteriak, dan berdiri mencari
rasa simpatik dan tak peduli datangnya
menjatuhkan, dan saling menghujat
dengki, dan semuanya.....
membaur.............
materi yang tak terhitung
moral yang memudar hanya kerna satu tujuan
yaitu menjadi pemimpin yang membuat
mereka harus menanggung tanggung jawab
saat sang pemberi amanat terabaikan
ataukah hanya menambah tingkat status mereka
dan mengatas namakan kebaikan..
..........................................
..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar